Idul Fitri: Momentum Mewujudkan Keluarga Tenteram dan Bahagia, Kata Mendukbangga
Menteri Wihaji menekankan pentingnya Idul Fitri sebagai momen untuk memperkuat keluarga Indonesia agar lebih tenteram, bahagia, dan mandiri, sejalan dengan transformasi Kemendukbangga/BKKBN.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, menyatakan bahwa Idul Fitri merupakan momentum yang tepat untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang tenteram, bahagia, dan mandiri. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta pada Rabu, 2 April 2024. Beliau menekankan pentingnya peran keluarga sebagai pondasi utama kebahagiaan dan perkembangan setiap individu.
Menurut Menteri Wihaji, keluarga merupakan tempat utama untuk berbagi suka dan duka, tempat untuk bertumbuh dan berkembang bersama. Bulan Syawal, atau Idul Fitri, dirayakan sebagai simbol kemenangan dan kembalinya manusia kepada fitrahnya. Hal ini menjadi momen yang sangat berharga untuk mempererat ikatan keluarga dan meningkatkan kualitas kehidupan keluarga Indonesia.
Lebih lanjut, Menteri Wihaji juga menyampaikan harapannya terkait transformasi Kemendukbangga/BKKBN dari badan menjadi kementerian. Ia menegaskan bahwa transformasi ini bukan berarti meninggalkan hal-hal baik yang telah ada sebelumnya, melainkan sebagai upaya untuk menyempurnakan program-program yang sudah berjalan dan memperbaiki hal-hal yang kurang baik. Tujuan utama dari transformasi ini adalah untuk meningkatkan kebermanfaatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Transformasi Kemendukbangga dan Program-program Unggulan
Menteri Wihaji menjelaskan bahwa transformasi Kemendukbangga/BKKBN menjadi kementerian akan membawa perubahan signifikan dalam program-program yang dijalankan. Kementerian akan fokus pada peningkatan kualitas keluarga Indonesia melalui berbagai program unggulan yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga. Hal ini sejalan dengan visi untuk menciptakan keluarga yang tenteram, bahagia, dan mandiri.
Salah satu fokus utama Kemendukbangga/BKKBN adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program-program yang mendukung pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga. Dengan demikian, diharapkan setiap anggota keluarga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, sehingga dapat berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN juga akan terus meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi dan layanan kependudukan dan keluarga berencana. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi.
Silaturahim dan Gelar Griya
Sebagai bentuk nyata dari komitmen untuk mempererat silaturahmi dan membangun keluarga yang harmonis, Menteri Wihaji melaksanakan Shalat Idul Fitri di Masjid Ainul Hikmah Jakarta pada Senin, 31 Maret 2024. Setelah itu, beliau bersama Wakil Menteri Wihaji, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, melanjutkan silaturahim dengan Presiden dan Wakil Presiden RI beserta Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara.
Pada Selasa, 1 April 2024, Menteri Wihaji menyelenggarakan acara gelar griya bersama masyarakat di rumah dinasnya. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat hubungan antara Kemendukbangga/BKKBN dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terjalin komunikasi yang lebih efektif dan terbangun sinergi yang kuat dalam upaya mewujudkan keluarga Indonesia yang lebih baik.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Menteri Wihaji berharap keluarga besar Kemendukbangga/BKKBN dan keluarga-keluarga di Indonesia dapat semakin mandiri, bahagia, dan tenteram. Hal ini sejalan dengan perspektif pembangunan keluarga yang berkelanjutan dan berwawasan masa depan.
Melalui momentum Idul Fitri ini, diharapkan seluruh keluarga Indonesia dapat memperkuat ikatan, meningkatkan kualitas kehidupan, dan bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik. Semoga Idul Fitri membawa kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan bagi seluruh keluarga di Indonesia.