Mendukbangga Ungkap Tiga Faktor Kunci Wujudkan Generasi Emas Indonesia
Menteri PPKB ungkap tiga faktor kunci pembangunan generasi emas Indonesia: pengendalian penduduk, keluarga tentram dan bahagia, serta kemandirian, ditunjang program-program unggulan.

Batang, 20 Maret 2024 - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, memaparkan tiga faktor kunci dalam upaya pemerintah menciptakan generasi emas Indonesia. Ketiga faktor tersebut adalah pengendalian jumlah penduduk, pembangunan keluarga yang tentram dan bahagia, serta kemandirian individu. Hal ini disampaikannya di Batang, Jawa Tengah, Kamis lalu.
Menurut Mendukbangga Wihaji, ketiga faktor ini menjadi indikator utama keluarga berkualitas. "Tiga faktor ini sebagai salah satu indikator yang disebut keluarga berkualitas. Semangatnya satu, bagaimana menciptakan generasi emas sebagai penerus bangsa dan Pak Presiden Prabowo fokus urusan generasi ke depan sebagai penerus anak bangsa, sebagai penerus dalam tata kelola serta kenegaraan dan kebangsaan," ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa upaya pemerintah dalam menciptakan generasi emas ini sejalan dengan fokus Presiden Prabowo, salah satunya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan visi tersebut.
Lima Quick Wins Kemendukbangga/BKKBN
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) telah menyiapkan lima 'Quick Wins' untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan siap menghadapi masa depan. Program ini mencakup persiapan calon pengantin sebelum menikah dan hamil, memastikan kehamilan yang sehat, serta menjaga kesehatan bayi, balita, dan anak usia dini (baduta).
Mendukbangga menekankan pentingnya pemahaman calon orang tua akan proses kehamilan dan kesehatan anak. "Calon pengantin ketika sudah nikah dan hamil harus paham apa yang harus dilakukan, seperti hamilnya seperti apa, ketika sebagai pasangan usia subur bisa memastikan hamilnya harus sehat, ketika punya baduta dalam keadaan sehat. Intinya memastikan kenapa bayi, ibu hamil, penting untuk memastikan tidak stunting," jelasnya.
Kemendukbangga/BKKBN juga berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada ibu hamil, baduta, batita, balita, remaja, dan lanjut usia melalui berbagai program, termasuk program generasi berencana. "Intinya kepastian negara hadir maka Kemendukbangga/BKKBN memastikan ada program yang memberikan ruang masyarakat dalam menyiapkan generasi masa depan," tambah Mendukbangga.
Prioritas Penurunan Stunting
Saat ini, Kemendukbangga/BKKBN memprioritaskan program penurunan prevalensi stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Barat. NTT menjadi fokus karena persoalan keadilan, sementara Jawa Barat karena jumlah penduduknya yang besar.
"Jadi kalau di NTT itu karena persoalan keadilan dan di Jawa Barat karena persoalan kuantitas, sehingga otomatis prevelensi stunting cukup banyak. Saya memastikan dengan adanya Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, Taman Asuh Sayang Anak, Lansia Berdaya, dan lainnya, untuk mempersiapkan generasi masa depan dari hulu ke hilir," pungkas Mendukbangga Wihaji.
Berbagai program tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan mandiri. Dengan pendekatan holistik yang memperhatikan aspek jumlah penduduk, kesejahteraan keluarga, dan kemandirian individu, diharapkan Indonesia dapat memiliki generasi penerus bangsa yang berkualitas.