IHSG Menguat 0,59 Persen Jelang Libur Panjang Idul Fitri
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,59 persen ke posisi 6.510,62 pada perdagangan Kamis, menyambut libur panjang Idul Fitri 1446 H.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada Kamis, 27 Maret 2025, menjelang libur panjang Idul Fitri 1446 H. Penguatan ini mencapai 38,62 poin atau 0,59 persen, menempatkan IHSG pada posisi 6.510,62. Kenaikan ini terjadi di tengah kekhawatiran investor global terkait kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berpotensi memperburuk inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS. Libur panjang bursa selama sebelas hari, mulai 28 Maret hingga 7 April 2025, juga menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan IHSG.
Penguatan IHSG juga dipengaruhi oleh keputusan beberapa bank milik negara (Himbara) yang membagikan dividen besar kepada pemegang saham dan melakukan aksi buyback saham. Meskipun dibuka melemah, IHSG berhasil berbalik arah ke zona positif hingga penutupan sesi pertama dan kedua perdagangan. Sentimen positif ini berlawanan dengan kekhawatiran global yang masih membayangi pasar saham.
Pergerakan IHSG ini menunjukkan optimisme pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global dan menjelang libur panjang. Meskipun ada kekhawatiran eksternal, sentimen positif dari dalam negeri, terutama dari sektor perbankan, berhasil mendorong IHSG untuk menutup perdagangan dengan kinerja positif. Hal ini menunjukkan resiliensi pasar saham Indonesia terhadap gejolak ekonomi internasional.
Pergerakan IHSG dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya
Investor masih dihantui kekhawatiran akan dampak kebijakan tarif Presiden Trump terhadap ekonomi AS. "Investor masih merasa khawatir bahwa ekonomi Amerika Serikat (AS) dapat goyah jika kebijakan tarif Presiden Donald Trump ternyata memperburuk inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi," ungkap Tim Phillip Sekuritas Indonesia. Kebijakan tarif impor mobil sebesar 25 persen yang mulai berlaku 2 April 2025, bersamaan dengan tarif timbal balik, menambah ketidakpastian di pasar global.
Di sisi lain, keputusan Himbara untuk membagikan dividen besar dan melakukan aksi buyback saham memberikan sentimen positif bagi pasar. Keempat bank tersebut, yaitu BRI, Mandiri, BNI, dan BTN, memberikan dividen yang signifikan, menunjukkan kinerja keuangan yang baik dan kepercayaan diri terhadap prospek bisnis ke depan. Aksi buyback saham juga menunjukkan kepercayaan diri perusahaan terhadap nilai sahamnya.
Perdagangan bursa yang akan libur panjang selama sebelas hari juga mempengaruhi pergerakan IHSG. Periode libur ini memberikan waktu bagi investor untuk melakukan evaluasi dan perencanaan investasi sebelum kembali beraktivitas di pasar modal. Hal ini dapat menyebabkan beberapa investor melakukan aksi ambil untung sebelum libur panjang dimulai.
Performa Sektoral dan Saham
Delapan sektor mengalami penguatan, dengan sektor properti memimpin kenaikan sebesar 1,20 persen. Sektor industri dan keuangan juga menunjukkan kinerja positif, masing-masing naik 0,50 persen dan 0,43 persen. Sebaliknya, sektor teknologi mengalami penurunan terdalam sebesar 1,21 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan transportasi dan logistik.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar antara lain TIRA, LIFE, JECC, CBDK, CLEO, dan BOAT. Di sisi lain, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah WEGE, TRUS, HADE, PPRE, dan WTON. Perbedaan kinerja saham ini mencerminkan beragam sentimen dan faktor fundamental yang mempengaruhi masing-masing emiten.
Volume perdagangan tercatat cukup tinggi, dengan 935.900 kali transaksi dan 13,85 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp10,97 triliun. Sebanyak 381 saham naik, 241 saham turun, dan 336 saham tidak bergerak. Aktivitas perdagangan yang ramai menunjukkan tingginya minat investor menjelang libur panjang.
Perbandingan dengan Bursa Regional
Bursa saham regional Asia menunjukkan kinerja yang beragam. Indeks Nikkei melemah 0,60 persen, sementara indeks Shanghai menguat 0,15 persen. Indeks Kuala Lumpur dan Straits Times juga menunjukkan penguatan masing-masing sebesar 1,16 persen dan 0,45 persen. Perbedaan kinerja ini menunjukkan bahwa pergerakan IHSG dipengaruhi oleh faktor-faktor domestik dan global.
Secara keseluruhan, penguatan IHSG menjelang libur panjang menunjukkan optimisme pasar terhadap prospek ekonomi domestik, meskipun masih ada kekhawatiran global yang perlu diwaspadai. Keputusan Himbara untuk membagikan dividen dan melakukan buyback saham memberikan sentimen positif yang mampu mendorong IHSG untuk menutup perdagangan dengan kinerja yang baik.