Jasamarga Perpanjang Contraflow Tol Cikampek hingga KM 70
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menambah panjang jalur contraflow di Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek hingga KM 70 untuk mengatasi peningkatan volume kendaraan pada H2 Lebaran.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memperpanjang jalur contraflow atau lawan arah di ruas Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek. Perpanjangan ini dilakukan pada Selasa, 1 Syawal 1446 H (H2 Lebaran), dari KM 47 hingga KM 70, untuk mengatasi peningkatan volume kendaraan yang signifikan pasca libur Lebaran. Kebijakan ini diambil berdasarkan diskresi kepolisian, sebagai respons terhadap kepadatan lalu lintas yang meningkat. Perpanjangan jalur contraflow ini bertujuan untuk mengurai kemacetan dan memperlancar arus kendaraan menuju Cikampek.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, mengumumkan perpanjangan contraflow tersebut dimulai pukul 09.45 WIB. Selain perpanjangan jalur, pintu masuk contraflow KM 55 yang sempat ditutup pukul 09.54 WIB, kembali dibuka pukul 11.31 WIB, bahkan dengan penambahan satu lajur contraflow sehingga total menjadi dua lajur.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan contraflow sebelumnya yang diberlakukan pada Senin (H1 Lebaran) dari KM 47 hingga KM 65. Kebijakan contraflow pada H1 Lebaran dimulai pukul 12.30 WIB dan dihentikan pada pukul 20.00 WIB setelah kondisi lalu lintas kembali normal. PT JTT menekankan bahwa semua kebijakan ini diambil atas diskresi kepolisian dan bertujuan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
Perpanjangan Contraflow dan Imbauan Keselamatan
Perpanjangan jalur contraflow hingga KM 70 menunjukkan upaya signifikan dari PT JTT dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan pada H2 Lebaran. Penambahan panjang jalur dan lajur contraflow diharapkan dapat meringankan kepadatan lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Keputusan untuk kembali membuka pintu masuk contraflow KM 55 juga menunjukkan fleksibilitas dan responsivitas PT JTT terhadap situasi di lapangan.
Ria Marlinda Paallo juga memberikan imbauan kepada pengguna jalan tol agar mengutamakan keselamatan. "Pastikan diri dan kendaraan dalam kondisi prima, memastikan kecukupan daya, BBM dan saldo uang elektronik, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan," ucapnya.
Imbauan ini sangat penting mengingat kondisi lalu lintas yang padat dan dinamis. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama, baik bagi PT JTT maupun pihak kepolisian.
Langkah antisipasi ini menunjukkan kesiapan PT JTT dalam menghadapi peningkatan volume kendaraan pada masa mudik dan balik Lebaran. Dengan perpanjangan jalur contraflow dan imbauan keselamatan, diharapkan arus lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek tetap terkendali dan lancar.
Antisipasi Kemacetan dan Pengaturan Lalu Lintas
Pemberlakuan contraflow merupakan salah satu strategi untuk mengurai kemacetan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas. Strategi ini dipilih karena terbukti efektif dalam mengelola volume kendaraan yang tinggi, terutama pada periode puncak seperti Lebaran.
Keputusan untuk memperpanjang dan menambah lajur contraflow menunjukkan bahwa PT JTT dan kepolisian terus memantau dan mengevaluasi situasi lalu lintas secara real-time. Hal ini menandakan adanya koordinasi yang baik antara pihak pengelola jalan tol dan pihak kepolisian dalam mengelola lalu lintas.
Dengan adanya antisipasi dan pengaturan lalu lintas yang tepat, diharapkan perjalanan mudik dan balik Lebaran dapat berjalan dengan lancar dan aman. Kerjasama antara PT JTT dan kepolisian sangat krusial dalam memastikan hal tersebut.
Selain itu, kesiapan pengguna jalan juga sangat penting. Dengan mengikuti imbauan dan arahan dari petugas, diharapkan dapat meminimalisir potensi kecelakaan dan kemacetan.
Pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap kondisi lalu lintas juga sangat penting untuk memastikan efektivitas kebijakan contraflow. Hal ini memungkinkan penyesuaian strategi jika diperlukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Kesimpulan
Perpanjangan contraflow di Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 70 merupakan langkah tepat untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan pada H2 Lebaran. Koordinasi yang baik antara PT JTT dan kepolisian, serta kepatuhan pengguna jalan terhadap rambu-rambu dan arahan petugas, menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan arus lalu lintas yang lancar dan aman.