Contraflow Tol Cikampek Diperluas hingga KM 41 pada H2 Lebaran
Pada Selasa siang, H2 Lebaran, contraflow di Tol Jakarta-Cikampek diperluas hingga KM 41 untuk mengurai kepadatan arus mudik yang meningkat signifikan.

Pada Selasa, 1 Syawal 1444 H atau H2 Lebaran, pukul 13.30 WIB, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengumumkan perluasan sistem contraflow di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Perluasan ini dimulai dari KM 41 arah Cikampek, menyusul peningkatan volume kendaraan yang signifikan menuju Cikampek. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya, atas diskresi kepolisian, contraflow dua lajur diberlakukan dari KM 47 hingga KM 70 sejak pukul 12.55 WIB.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan peningkatan volume kendaraan di ruas tol tersebut. Ia menghimbau para pengguna jalan tol untuk memastikan kondisi kendaraan prima, kecukupan bahan bakar, dan saldo uang elektronik yang cukup. Kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas juga sangat penting untuk keselamatan bersama. "Kami mengimbau pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek untuk mengutamakan keselamatan, atur kecepatan dan jaga jarak terutama saat melalui lajur contraflow," ujar Ria.
Sebelum perluasan hingga KM 41, contraflow telah diberlakukan secara bertahap. Awalnya, contraflow dibuka dari KM 55 hingga KM 65 sejak pukul 08.52 WIB, kemudian diperpanjang hingga KM 47 hingga KM 70 pada pukul 09.45 WIB. Pada H1 Lebaran, contraflow juga telah diterapkan dari KM 47 sampai KM 65 sejak pukul 12.30 WIB, dan dihentikan pada pukul 20.00 WIB setelah kondisi lalu lintas kembali normal.
Contraflow Tol Cikampek: Antisipasi Lonjakan Pemudik
Peningkatan volume kendaraan pada arus mudik Lebaran 2024 menjadi alasan utama diberlakukannya sistem contraflow di Tol Jakarta-Cikampek. Langkah ini merupakan upaya untuk mengurai kepadatan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas, sehingga waktu tempuh perjalanan pemudik dapat lebih efisien. Penerapan contraflow ini juga menunjukkan kesiapan pemerintah dan pihak pengelola jalan tol dalam mengantisipasi lonjakan pemudik setiap tahunnya.
Dengan adanya perluasan contraflow hingga KM 41, diharapkan dapat mengurangi kepadatan yang terjadi di ruas tol tersebut. Namun, penting bagi para pemudik untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintasi jalur contraflow, mengingat kondisi lalu lintas yang dinamis dan potensi risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan jalur normal.
Pihak kepolisian dan PT JTT terus memantau situasi dan melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas sistem contraflow. Penyesuaian jalur dan waktu operasional contraflow dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi di lapangan.
Imbauan Kepada Pemudik
Selain memastikan kondisi kendaraan dan ketersediaan bahan bakar, para pemudik juga diimbau untuk mematuhi segala peraturan lalu lintas yang berlaku. Mengikuti arahan petugas di lapangan merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Saling menghargai sesama pengguna jalan juga perlu diperhatikan untuk menciptakan suasana kondusif selama perjalanan.
Persiapan yang matang sebelum melakukan perjalanan mudik sangat krusial. Mengecek kondisi kendaraan, mempersiapkan bekal makanan dan minuman, serta memastikan cukupnya saldo e-toll akan membantu meminimalisir kendala selama perjalanan. Dengan persiapan yang baik, diharapkan perjalanan mudik Lebaran dapat berjalan lancar dan aman.
PT JTT juga menghimbau agar para pemudik selalu mengutamakan keselamatan. Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan dan mengatur kecepatan kendaraan sangat penting, terutama saat melewati jalur contraflow. Kesabaran dan kehati-hatian adalah kunci untuk mencapai tujuan dengan selamat.
Dengan adanya antisipasi dan kerjasama dari berbagai pihak, diharapkan arus mudik Lebaran 2024 dapat berjalan lancar dan aman. Semoga semua pemudik dapat sampai ke kampung halaman dengan selamat dan dapat merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta.