Jelang Ramadhan dan Lebaran, Pemerintah Gelar Operasi Pasar dan Beri Diskon Tol
Pemerintah menggelar operasi pasar di 325 titik di seluruh Indonesia dan memberikan diskon tarif tol untuk meringankan beban masyarakat jelang Ramadhan dan Lebaran 2025.

Pemerintah Indonesia bergerak cepat dalam upaya meringankan beban masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan dan libur Lebaran 2025. Hal ini diumumkan oleh Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Adita Irawati, pada Jumat, 28 Februari 2025 di Jakarta. Langkah konkret yang diambil meliputi operasi pasar berskala besar dan pemberian diskon tarif tol di sejumlah ruas jalan.
Operasi pasar yang dimulai sejak 24 Februari hingga 28 Maret 2025 ini menargetkan 4.500 gerai di seluruh Indonesia. Sebanyak 215 titik operasi pasar tersebar di Pulau Jawa, sementara 110 titik lainnya berada di luar Jawa. Inisiatif ini melibatkan kolaborasi beberapa kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan, dan beberapa BUMN di bidang pangan dan logistik.
Tujuan utama operasi pasar ini adalah menstabilkan harga sejumlah komoditas penting. "Sejumlah kementerian dan lembaga berkolaborasi melaksanakan operasi pasar yang tujuannya untuk menstabilkan harga. Bahkan, seperti minyak goreng, gula, dan daging kerbau, melalui operasi pasar dijual dengan harga lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET)," jelas Adita Irawati. Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan suasana Ramadhan dan Lebaran yang tenang dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat.
Operasi Pasar dan Stok Pangan Jelang Ramadhan
Operasi pasar difokuskan pada komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula, daging beku, dan bawang. Pemerintah memastikan ketersediaan stok komoditas tersebut hingga Mei 2025. "Beberapa komoditas seperti beras, minyak, gula, daging beku, dan bawang, dipastikan cukup hingga Mei 2025," ungkap Adita. Namun, tantangan terbesar kini terletak pada distribusi. Pemerintah akan memastikan jalur distribusi berjalan lancar untuk mencegah kelangkaan di momen penting Ramadhan dan Idul Fitri.
Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan pendistribusian komoditas pangan berjalan efektif. Keterlibatan berbagai kementerian dan lembaga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Harapannya, operasi pasar ini dapat menekan inflasi dan meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran.
Pemerintah juga memastikan stok pangan cukup dan harganya tetap terjangkau. "Tinggal bagaimana kita mengamankan jalur distribusinya agar jangan sampai terjadi kelangkaan di momen-momen penting Ramadhan dan Idul Fitri ini," tambah Adita. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga dan kelangkaan barang menjelang hari raya.
Diskon Tol dan Kemudahan Transportasi Mudik
Selain operasi pasar, pemerintah juga menyiapkan diskon tarif tol di beberapa ruas jalan tol selama periode mudik dan balik Lebaran. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait telah melakukan pengecekan kesiapan transportasi umum di berbagai simpul transportasi. Kemenhub juga akan menerbitkan surat keputusan bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Korlantas Polri untuk mengatur lalu lintas selama periode mudik.
Koordinasi antar kementerian dan lembaga bertujuan untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan efektif dan mengantisipasi potensi kepadatan di semua jalur transportasi, baik darat, laut, maupun udara. Tidak hanya diskon tol, sejumlah operator angkutan juga akan memberikan harga tiket khusus dengan diskon tertentu. Pemerintah mendorong masyarakat untuk mudik lebih awal guna menghindari kemacetan yang biasanya terjadi menjelang dan setelah Lebaran.
Untuk mendukung kelancaran mudik, pemerintah juga mempersiapkan skema flexible working arrangement (FWA) atau bekerja dari mana saja, terutama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tengah mempersiapkan aturan FWA sebagai acuan bagi ASN. Pemerintah juga mendorong sektor swasta untuk menerapkan kebijakan serupa bagi karyawannya.
Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang mudik. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, pemerintah berharap Ramadhan dan Lebaran 2025 dapat dirayakan dengan tenang dan nyaman oleh seluruh masyarakat Indonesia. Komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan kelancaran transportasi menunjukkan kesiapan dalam menghadapi momen penting tersebut.
"Tak hanya ASN, bagi karyawan di perusahaan-perusahaan swasta pun diimbau dapat memberlakukan kebijakan internal masing-masing untuk pelaksanaan FWA bagi sebagian karyawan yang memang dimungkinkan," tutup Adita.