Wamendag Pantau Operasi Pasar di Ngawi, Jaga Harga Pangan Jelang Ramadhan dan Lebaran
Wakil Menteri Perdagangan memantau operasi pasar di Ngawi, Jawa Timur, untuk memastikan harga bahan pangan tetap terjangkau selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, pada Senin (3/3) melakukan pemantauan pelaksanaan operasi pasar di Kantor Pos Ngawi, Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan pokok agar tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi. Operasi pasar ini melibatkan kerjasama lintas kementerian, termasuk Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, dan Kementerian Pertanian.
"Operasi pasar ini bertujuan agar bahan pangan pokok harganya lebih murah dari sebelumnya. Kami menyediakan alternatif bagi masyarakat yang biasanya berbelanja di pasar tradisional dengan menghadirkan titik operasi pasar di PT Pos Indonesia. Kenapa PT Pos? Karena jaringannya sangat luas di seluruh Indonesia," jelas Wamendag Dyah Roro di Ngawi, Jawa Timur.
Langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah untuk memastikan keterjangkauan harga bahan pokok bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan adanya operasi pasar, diharapkan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih bersaing dibandingkan harga pasar umum.
Operasi Pasar di Kantor Pos Ngawi: Harga Terjangkau untuk Masyarakat
Operasi pasar di Kantor Pos Ngawi menawarkan berbagai komoditas penting dengan harga yang lebih rendah. Beras medium dijual seharga Rp12.000 per kilogram, MinyaKita Rp14.700 per liter, dan gula pasir konsumsi Rp15.000 per kilogram. Program ini berlangsung dari tanggal 28 Februari 2025 hingga 29 Maret 2025, setiap hari pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB.
Kemudahan akses menjadi salah satu poin penting dalam operasi pasar ini. Masyarakat hanya perlu membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk berpartisipasi. Pembatasan pembelian diterapkan untuk mencegah penyalahgunaan dan penjualan kembali komoditas bersubsidi tersebut. Hal ini bertujuan untuk memastikan program ini tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Wamendag Dyah Roro menyampaikan apresiasinya kepada PT Pos Indonesia atas dukungannya dalam pelaksanaan operasi pasar ini. Ia berharap, hingga tanggal 20 Maret 2025, akan terdapat 4.100 titik operasi pasar di seluruh Indonesia. Di Ngawi sendiri, saat ini telah tersedia enam titik operasi pasar, dengan potensi penambahan titik di masa mendatang.
Pengawasan Harga dan Ketersediaan Stok
Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau ketersediaan stok dan harga bahan pangan pokok. Kerjasama dengan berbagai pihak dilakukan untuk memastikan kelancaran program operasi pasar ini. Tim dari lintas kementerian juga melakukan pengawasan langsung di lapangan untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dengan adanya operasi pasar serentak di berbagai wilayah Indonesia, pemerintah berharap harga bahan pokok pangan dapat tetap stabil dan terjangkau selama bulan Ramadhan dan Lebaran. Langkah ini juga diharapkan dapat membantu mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
"Masyarakat hanya perlu membawa KTP untuk pendataan. Setiap pembelian dibatasi guna mencegah penyalahgunaan atau penjualan kembali," kata Wamendag Dyah Roro menjelaskan mekanisme operasi pasar tersebut. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi peningkatan kebutuhan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Pemerintah terus berupaya untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, sehingga masyarakat dapat merayakan Ramadhan dan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman. Melalui operasi pasar dan pengawasan yang ketat, diharapkan inflasi dapat tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga.