Kampus sebagai Motor Inovasi Kedokteran: Wamen Stella Dorong Riset di Perguruan Tinggi
Wakil Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi mendorong perguruan tinggi, khususnya fakultas kedokteran, untuk menjadi pusat inovasi dan penelitian guna memajukan ilmu kedokteran di Indonesia.

Wakil Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Wamenristek) Stella Christie menekankan pentingnya peran perguruan tinggi, khususnya fakultas kedokteran, sebagai motor penggerak inovasi di bidang kedokteran Indonesia. Pernyataan ini disampaikannya dalam peringatan Dies Natalis ke-75 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) di Jakarta pada Rabu, 26 Januari 2024. Wamen Stella juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar disiplin ilmu dan peningkatan jumlah publikasi ilmiah untuk memperkuat inovasi kesehatan di Tanah Air.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 27 Januari 2024, Wamen Stella menyatakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran sangat pesat. "Di bidang kedokteran, perubahan ilmu pengetahuan terjadi sangat cepat. Ini adalah bagian dari revolusi sains," tegasnya. Oleh karena itu, ia berharap FK UI dan fakultas kedokteran lainnya di Indonesia dapat terus mengikuti perkembangan tersebut melalui penelitian berkelanjutan.
Wamen Stella juga membandingkan Indonesia dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, China, Singapura, dan negara-negara Eropa. Di negara-negara tersebut, sekitar 80-90 persen penelitian dilakukan di lingkungan kampus. Ia menekankan perlunya mengembalikan peran kampus sebagai pusat penelitian utama di Indonesia, dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan manajemen kampus secara aktif.
Pentingnya Kolaborasi dan Publikasi Ilmiah
Wamen Stella juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara akademisi dan industri dalam mengembangkan inovasi kedokteran. Ia mendorong fakultas kedokteran untuk bekerja sama dengan fakultas lain, seperti teknik elektro dan teknik biomedis, untuk menciptakan inovasi yang lebih efektif dan terintegrasi. Hal ini sejalan dengan pendekatan multidisiplin yang diterapkan di banyak kampus dunia, di mana fakultas kedokteran sering berada di bawah payung yang lebih besar, seperti fakultas ilmu kedokteran dan teknik biomedis.
Lebih lanjut, Wamen Stella menekankan korelasi erat antara publikasi ilmiah berkualitas dengan peningkatan pendanaan riset dan pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. Ia mendorong peningkatan jumlah dan kualitas publikasi ilmiah untuk menarik lebih banyak hibah penelitian, yang pada akhirnya akan mendorong perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan di Indonesia. "Jika para dosen tidak aktif melakukan penelitian, mahasiswa akan tertinggal dalam perkembangan ilmu terbaru," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas publikasi ilmiah juga akan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional dan menarik minat investor untuk berinvestasi di bidang riset dan inovasi kedokteran dalam negeri.
Dukungan Riset dan Inovasi di Bidang Kedokteran
Wamen Stella berharap agar FK UI dan perguruan tinggi lainnya dapat menjadi pusat unggulan dalam menghasilkan inovasi di bidang kedokteran. Hal ini membutuhkan komitmen dan kerja sama dari semua pihak, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dan industri. Dukungan penuh dari berbagai pihak sangat penting untuk memastikan keberhasilan riset dan inovasi ini.
Peningkatan kualitas pendidikan dan riset di bidang kedokteran merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Dengan demikian, peran kampus sebagai motor inovasi kedokteran sangatlah krusial dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.
Wamen Stella juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem riset yang kondusif dan mendukung, termasuk penyediaan infrastruktur, pendanaan, dan regulasi yang memadai. Hal ini akan mendorong para peneliti untuk menghasilkan temuan-temuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kesimpulannya, peran aktif perguruan tinggi dalam penelitian dan inovasi kedokteran sangat penting untuk kemajuan Indonesia. Kolaborasi, publikasi ilmiah berkualitas, dan dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan upaya ini.