KCIC Pastikan Keselamatan Pemudik Lebaran dengan Kereta Inspeksi Khusus
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) rutin menggunakan kereta inspeksi untuk memastikan keamanan dan keselamatan pemudik Lebaran 2025, dengan jumlah penumpang yang masih tergolong normal hingga H-4 Lebaran.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan keamanan dan keselamatan pemudik Lebaran 2025 dengan menggunakan kereta inspeksi khusus. Kereta inspeksi ini, bernama Comprehensive Inspection Train (CIT), beroperasi setiap minggu untuk mendeteksi dini potensi gangguan pada infrastruktur kereta cepat Jakarta-Bandung. Hal ini disampaikan oleh Manager Komunikasi Perusahaan KCIC, Emir Monti, di Stasiun KCIC Halim, Jakarta, Kamis (27/3).
Menurut Emir, CIT dilengkapi berbagai sensor canggih. Sensor-sensor ini memantau berbagai aspek, mulai dari getaran dan geometri jalur hingga sistem kelistrikan dan komunikasi. "Itu datanya real time menggunakan sensor-sensor di kereta. Setelah itu kita langsung melakukan tindakan-tindakan," jelas Emir. Sistem ini memungkinkan deteksi dini dan penanganan cepat terhadap potensi masalah, menjamin kelancaran perjalanan kereta api cepat pertama di ASEAN ini.
Hingga H-4 Lebaran (Kamis, 27 Maret 2025), jumlah penumpang kereta cepat Whoosh masih tergolong normal, sekitar 14.000 orang. Emir memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H+2 atau H+3 Idul Fitri 1446 Hijriah, yang diperkirakan jatuh pada 31 Maret 2025. Meskipun demikian, KCIC tetap berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang dengan pemeriksaan rutin infrastruktur setiap hari.
Kesiapan KCIC Hadapi Arus Mudik Lebaran 2025
KCIC telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran 2025. Penggunaan kereta inspeksi rutin merupakan salah satu upaya untuk memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta cepat. Selain itu, pemeriksaan infrastruktur kereta api juga dilakukan setiap hari untuk mencegah terjadinya gangguan operasional.
Dengan jadwal perjalanan kereta Whoosh yang cukup padat, penumpang memiliki fleksibilitas tinggi dalam memilih waktu keberangkatan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan penumpang pada waktu-waktu tertentu. KCIC terus memantau situasi dan siap melakukan penyesuaian jika diperlukan untuk memastikan kelancaran perjalanan selama periode mudik.
Emir menambahkan bahwa tren penggunaan kereta cepat Whoosh mirip dengan kereta komuter, sehingga penumpang dapat dengan mudah memilih jadwal perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa layanan kereta cepat Whoosh telah diterima dengan baik oleh masyarakat dan menjadi pilihan transportasi yang nyaman dan efisien.
Libur Lebaran dan Nyepi Bersamaan
Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 2 Tahun 2025, libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah bertepatan dengan libur Hari Suci Nyepi. Oleh karena itu, periode libur mudik Lebaran 2025 berlangsung cukup panjang, yaitu dari tanggal 28 Maret hingga 7 April 2025. Periode libur yang panjang ini diperkirakan akan meningkatkan jumlah pemudik yang menggunakan berbagai moda transportasi, termasuk kereta cepat Whoosh.
KCIC terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang, khususnya selama periode mudik Lebaran. Komitmen ini tercermin dalam penggunaan kereta inspeksi rutin, pemeriksaan infrastruktur harian, dan penyediaan jadwal perjalanan yang fleksibel. Dengan berbagai upaya ini, KCIC berharap dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pemudik yang menggunakan layanan kereta cepat Whoosh.
Meskipun jumlah penumpang hingga H-4 Lebaran masih tergolong normal, KCIC tetap siaga dan terus memantau perkembangan situasi. Pihaknya siap untuk melakukan penyesuaian dan antisipasi jika terjadi peningkatan jumlah penumpang yang signifikan selama periode puncak mudik.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, KCIC berkomitmen untuk memberikan layanan kereta cepat yang aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama selama periode mudik Lebaran 2025.