Keberanian Berbasis Ilmu dan Tauhid: Pesan Gubernur Sulteng di Hari Raya Idul Fitri
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menekankan pentingnya keberanian yang dilandasi ilmu dan tauhid dalam pidato Idul Fitri 1444 H, menyerukan persatuan dan berbagi kebahagiaan.

Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, menyampaikan pesan penting tentang keberanian yang harus dilandasi ilmu dan tauhid dalam menghadapi tantangan hidup. Pesan ini disampaikannya saat bertindak sebagai khatib Sholat Idul Fitri 1444 H di halaman Kantor Dinas ESDM Sulteng pada Senin. Sholat Id yang dipimpin oleh Dr. KH. M. Ibnu Quraisy, M.Si, Ph.D, Imam Besar Masjid Al-Bina Senayan, Jakarta, dihadiri ribuan jemaah yang kemudian menerima 6000 paket sembako dari pemerintah Sulteng.
Anwar Hafid menjelaskan bahwa keberanian sejati bukan sekadar tindakan berani tanpa pertimbangan, melainkan keberanian yang dijiwai oleh ilmu pengetahuan dan keimanan yang kuat. Ia mengaitkan hal ini dengan sejarah perjuangan Islam, di mana kemenangan hanya dapat diraih oleh mereka yang memiliki keyakinan yang teguh kepada Allah SWT. Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT, sebagaimana tercermin dalam rangkaian takbir, tasbih, dan tahmid yang dilantunkan saat perayaan Idul Fitri. "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Hari ini, tepatnya 1 Syawal 1444 Hijriah, kita duduk bersimpuh di pelataran Rahman dan Rahim Allah sebagai jiwa-jiwa yang dahaga, berharap sentuhan-Nya. Melalui takbir, kita membesarkan nama-Nya, melalui tasbih kita mensucikan-Nya, dan melalui tahmid kita memuji-Nya," ungkap Anwar Hafid dalam khutbahnya.
Selain menekankan pentingnya ilmu dan tauhid, Gubernur juga mengambil contoh dari perjuangan Habib Idrus bin Salim Al Jufri atau Guru Tua, seorang ulama besar yang telah membawa cahaya Islam dan pendidikan ke Sulawesi Tengah. Anwar Hafid menggarisbawahi keberanian, ilmu, dan keimanan Guru Tua sebagai kunci keberhasilannya dalam mendidik generasi yang berakhlak mulia dan membawa perubahan besar bagi masyarakat. "Saksikanlah, bagaimana Guru Tua membangun peradaban keilmuan di negeri ini. Dengan keberanian, ilmu, dan keyakinan kepada Allah, beliau mampu mendidik generasi yang berakhlak dan membawa perubahan besar bagi umat," tegasnya.
Keberanian, Ilmu, dan Tauhid sebagai Pilar Kehidupan
Dalam konteks kekinian, pesan Gubernur Anwar Hafid tentang keberanian yang dilandasi ilmu dan tauhid sangat relevan. Di era informasi yang serba cepat dan kompleks ini, dibutuhkan keberanian untuk mengambil keputusan yang tepat, namun keberanian tersebut harus dibarengi dengan pemahaman yang mendalam dan landasan iman yang kokoh. Ilmu pengetahuan memberikan kita pemahaman yang rasional, sedangkan tauhid memberikan kita kekuatan spiritual untuk menghadapi berbagai rintangan.
Pembagian 6.000 paket sembako kepada para jemaah setelah Sholat Idul Fitri juga menjadi simbol nyata dari pesan kebersamaan dan kepedulian sosial yang disampaikan Gubernur. Tindakan ini menunjukkan bahwa kemenangan Idul Fitri bukan hanya kemenangan pribadi, melainkan juga kemenangan bersama yang harus dirayakan dengan berbagi kebahagiaan kepada sesama, terutama mereka yang membutuhkan.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam membangun Sulawesi Tengah. Dengan semangat kebersamaan dan saling mendukung, diharapkan masyarakat Sulteng dapat menghadapi berbagai tantangan dan mencapai kemajuan bersama. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan pentingnya persaudaraan dan saling tolong-menolong.
Implementasi Nilai-nilai Keberanian dalam Kehidupan Sehari-hari
Pesan Gubernur Anwar Hafid tentang keberanian, ilmu, dan tauhid dapat diimplementasikan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Dalam pendidikan, misalnya, keberanian untuk terus belajar dan menggali ilmu pengetahuan sangat penting untuk mencapai kesuksesan. Dalam bermasyarakat, keberanian untuk bersikap jujur, adil, dan bertanggung jawab sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang harmonis.
Sementara itu, dalam beragama, keberanian untuk mempertahankan keyakinan dan nilai-nilai agama merupakan hal yang sangat penting. Keberanian ini harus dibarengi dengan ilmu agama yang cukup agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang menyimpang. Dengan demikian, keberanian, ilmu, dan tauhid menjadi pilar penting dalam membangun kehidupan yang lebih baik dan bermakna.
Sebagai penutup, perayaan Idul Fitri tahun ini di Sulteng bukan hanya momen untuk merayakan kemenangan atas perjuangan melawan hawa nafsu selama Ramadhan, tetapi juga momentum untuk merefleksikan pesan penting Gubernur Anwar Hafid tentang keberanian yang dilandasi ilmu dan tauhid. Semoga pesan ini dapat menginspirasi masyarakat Sulteng untuk terus berjuang membangun daerah yang lebih baik dan sejahtera.