Khatib Ajak Umat Medan Maknai Lebaran dengan Kepedulian Sosial
Ketua MUI Medan mengajak umat Islam menjadikan Idul Fitri sebagai momentum lahirnya jiwa spiritual dan kepedulian sosial, bukan hanya kemenangan pribadi.

Medan, 31 Mei 2024 (ANTARA) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Hasan Matsum, dalam khutbah Shalat Idul Fitri 1446 Hijriah di Lapangan Merdeka, mengajak umat Islam untuk menjadikan Lebaran sebagai momentum penting. Momentum ini bukan sekadar perayaan kemenangan pribadi setelah Ramadhan, melainkan juga sebagai waktu untuk melahirkan jiwa spiritual yang kuat dan kepedulian sosial yang tinggi. Shalat Idul Fitri yang bersejarah ini dihadiri oleh ribuan masyarakat, pejabat pemerintah, termasuk Wali Kota Medan dan Gubernur Sumatera Utara.
Hasan Matsum menekankan bahwa kemenangan hakiki Idul Fitri bukan hanya sekadar berakhirnya ibadah puasa Ramadhan. Lebih dari itu, kemenangan tersebut harus dimaknai sebagai pencapaian kepekaan sosial yang nyata. Beliau mengutip firman Allah SWT untuk menjelaskan pentingnya melepaskan diri dari sifat-sifat yang hina dan meraih kemenangan sejati di mata Tuhan. Hal ini mendorong umat Islam untuk merenungkan nilai-nilai kemenangan yang sesungguhnya, sehingga perayaan Idul Fitri memiliki makna yang lebih dalam dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Lebih lanjut, Hasan Matsum menjelaskan bahwa ibadah puasa merupakan representasi dari berbagai ibadah lainnya. Semangat spiritual dan sosial harus sejalan dan saling menguatkan dalam setiap bentuk ibadah. Oleh karena itu, momentum Lebaran ini harus dimanfaatkan untuk merefleksikan diri dan meningkatkan kualitas keimanan serta kepedulian terhadap sesama. Perayaan kemenangan ini harus diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Makna Kemenangan yang Hakiki dan Silaturahmi
Dalam khutbahnya, Hasan Matsum juga menekankan pentingnya silaturahmi sebagai wujud nyata dari mempererat tali persaudaraan. Meskipun silaturahmi bukan hanya dilakukan saat Lebaran, namun momentum Idul Fitri menjadi kesempatan yang tepat untuk memperkuat ikatan keluarga, tetangga, dan sesama Muslim. Hal ini sejalan dengan makna kemenangan hakiki yang telah diuraikan sebelumnya, yaitu kemenangan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Shalat Idul Fitri di Lapangan Merdeka Medan, yang dipimpin Imam Ahmad Azroi Hasibuan, menjadi momen bersejarah. Lapangan Merdeka yang baru saja direvitalisasi menjadi lokasi pertama penyelenggaraan Shalat Idul Fitri oleh pemerintah daerah. Ribuan masyarakat Medan dan sekitarnya turut serta dalam shalat Idul Fitri ini, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menyambut hari kemenangan.
Wali Kota Medan, Rico Putra Waas, menyambut baik partisipasi masyarakat dalam shalat Idul Fitri di Lapangan Merdeka. Beliau mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran masyarakat yang begitu banyak. Hal ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan keimanan masih tetap terjaga di tengah masyarakat Medan.
Momentum Lebaran untuk Kepedulian Sosial
Perayaan Idul Fitri di Medan tahun ini bukan hanya sekadar perayaan kemenangan pribadi, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial. Ajakan dari Ketua MUI Medan ini diharapkan dapat menginspirasi umat Islam untuk lebih peka terhadap kondisi sekitar dan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Dengan demikian, makna kemenangan Idul Fitri akan terasa lebih bermakna dan bermanfaat bagi semua.
Melalui khutbahnya, Hasan Matsum berharap umat Islam dapat mengimplementasikan nilai-nilai spiritual dan sosial dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya pada momen Lebaran saja. Semoga momentum Lebaran ini dapat menjadi awal yang baik untuk membangun masyarakat yang lebih peduli, lebih berempati, dan lebih saling mendukung.
Perayaan Idul Fitri di Lapangan Merdeka Medan menjadi bukti nyata dari kebersamaan dan keimanan masyarakat. Semoga semangat ini dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam merayakan Idul Fitri.
Semoga semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang ditumbuhkan pada Idul Fitri ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian integral dari kehidupan bermasyarakat di Medan dan sekitarnya.