Khofifah Paparkan Program Prioritas Pembangunan Jawa Timur Menuju 2045
Gubernur Khofifah Indar Parawansa memaparkan program prioritas pembangunan Jawa Timur hingga 2045, meliputi integrasi data, mudik gratis, peningkatan layanan Trans Jatim, dan penguatan ekonomi kreatif.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (1/3) lalu, memaparkan sejumlah program prioritas pembangunan Jawa Timur dalam lima tahun ke depan pada rapat paripurna di Gedung DPRD Jatim, Surabaya. Paparan ini didasari visi pembangunan Jawa Timur yang berdaya saing tinggi pada 2045, dengan fokus pada keunggulan kompetitif, inovasi, dan akhlakul karimah. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi yang maju dan berkembang.
Salah satu fokus utama adalah pengembangan Jawa Timur sebagai gerbang logistik internasional. Khofifah menekankan pentingnya pengembangan industri dan jasa, serta peningkatan ekspor dan impor, baik di tingkat ASEAN maupun global. "Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai gerbang logistik internasional," kata Khofifah. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur melalui sektor perdagangan internasional.
Program prioritas yang diuraikan mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kolaborasi dan sinergi antar berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program-program tersebut. Khofifah optimistis program-program ini akan memberikan dampak positif bagi pembangunan Jawa Timur.
Integrasi Data dan Layanan Publik
Integrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi menjadi prioritas utama. Khofifah menyatakan bahwa "Super apps dengan integrasi data tunggal akan menjadi kunci" dalam perencanaan pembangunan yang terpadu dan efektif. Data yang terintegrasi akan memudahkan pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat sasaran dan meningkatkan efisiensi layanan publik.
Selain itu, program Mudik Gratis Terintegrasi berbasis darat dan laut akan kembali dijalankan. Peningkatan penanganan dermaga pelabuhan dan pemantapan jalan akan memastikan kenyamanan dan keamanan pemudik. "Sejak dilantik, kami langsung berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan kelancaran arus mudik," ujar Khofifah. Hal ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik.
Layanan Trans Jatim juga akan ditingkatkan frekuensi dan kapasitasnya. Peluncuran koridor baru Sidoarjo-Mojokerto (Koridor 6) menjadi salah satu target. Peningkatan kenyamanan dan rute menjadi prioritas untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi publik di Jawa Timur.
Pengembangan Infrastruktur dan Kesehatan
Pembangunan Rumah Sakit Muhammad Nur dan Rumah Sakit Paru di Jember akan dipercepat. "Kami akan mempercepat tahapan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kedua rumah sakit tersebut," kata Khofifah. Pembangunan rumah sakit ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
Pemantapan jalan dan infrastruktur juga menjadi fokus utama. Program 'sapu bersih' lubang dan pemeliharaan rutin akan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas selama Lebaran. Perbaikan infrastruktur ini penting untuk menunjang kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Antisipasi musim kemarau juga menjadi perhatian pemerintah provinsi. Mengacu data BMKG tentang musim kemarau yang diperkirakan berlangsung April-Juni, penanganan sungai-sungai rawan banjir akan dilakukan untuk mencegah bencana. Langkah antisipatif ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi potensi bencana alam.
Penguatan Ekonomi dan SDM
Penguatan kompetensi talenta milenial melalui jobs center akan dijalankan untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital dan ekonomi kreatif bagi generasi Z dan UMKM. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menciptakan lapangan kerja baru.
Perluasan pembiayaan usaha mikro dan kecil akan dilakukan melalui hibah model Baswedan ultra mikro, Bank UMKM, dan penyaluran KUR melalui bank pemerintah daerah. Program ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput dan memberdayakan UMKM.
Program 'Desa Berdaya' akan terus digalakkan, dengan sinergi program desa wisata, desa devisa, klinik BUMDes, dan ekotren untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat desa. Penguatan ekonomi kreatif di tingkat desa diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Program-program prioritas ini diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan Jawa Timur menuju provinsi yang berdaya saing tinggi di tahun 2045. Kolaborasi dan sinergi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan visi tersebut.