Kodim Lamongan Tanam Padi Unggul, Dorong Ketahanan Pangan Nasional
Kodim 0812 Lamongan menanam padi varietas unggul PMJ 01 di 27 koramil untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Komando Distrik Militer (Kodim) 0812 Lamongan, Jawa Timur, Kamis (20/3) lalu, meluncurkan program penanaman padi varietas unggul bernama Padi Malai Jumbo (PMJ) 01 di 27 koramil. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas padi dan mendukung ketahanan pangan nasional. Inisiatif ini melibatkan Babinsa (Bintara Pembina Desa) dalam pendampingan petani dan pengembangan bibit unggul di berbagai wilayah kecamatan.
Dandim 0812/Lamongan, Letkol Arm Ketut Wira Purbawan, menjelaskan bahwa program ini merupakan komitmen Kodim dalam mendukung petani. Panen perdana PMJ 01 sebelumnya telah berhasil menghasilkan 3,5 ton padi dari lahan setengah hektare. Keberhasilan ini mendorong perluasan penanaman varietas unggul tersebut di seluruh wilayah Lamongan.
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian petani dan lingkungan. Dengan potensi hasil panen mencapai 8-10 ton per hektare, PMJ 01 dinilai sebagai solusi efektif untuk meningkatkan produksi pertanian dan pendapatan petani. Selain itu, varietas ini juga tahan terhadap hama dan penyakit, serta memiliki masa tanam yang relatif singkat, yaitu 110-120 hari.
Padi Malai Jumbo 01: Solusi untuk Ketahanan Pangan
Bibit padi PMJ 01 dipilih karena keunggulannya dalam hal produktivitas dan ketahanan terhadap hama dan penyakit. Varietas ini memiliki potensi hasil panen yang tinggi, mencapai 8 hingga 10 ton per hektare, jauh lebih tinggi dibandingkan varietas padi biasa. Ketahanan terhadap hama seperti wereng dan kutu daun juga menjadi nilai tambah yang signifikan bagi para petani.
Dengan masa tanam yang relatif singkat, yakni 110-120 hari, petani dapat lebih efisien dalam mengelola waktu dan sumber daya. Hal ini memungkinkan petani untuk melakukan lebih banyak siklus tanam dalam setahun, sehingga meningkatkan pendapatan mereka secara keseluruhan. Program ini juga menekankan pentingnya perawatan yang efisien untuk memaksimalkan hasil panen.
Perluasan penanaman PMJ 01 di lahan seluas 54 hektare di 27 koramil menunjukkan komitmen Kodim 0812 dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi padi secara signifikan dan berkontribusi pada swasembada pangan di Indonesia.
Kolaborasi Pentahelix untuk Swasembada Pangan
Komandan Satgas Tim Sinergi dan Kolaborasi untuk Negeri (Segoboran), Ayu Dianingtyas, menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Kodim 0812, akademisi, dan pemerintah.
Pelibatan Universitas Islam Lamongan (Unisla) dalam penelitian dan pengembangan PMJ 01 menunjukkan peran penting akademisi dalam mendukung program ketahanan pangan. Penelitian yang dilakukan meliputi identifikasi dan optimalisasi komoditas pertanian untuk meningkatkan produktivitas. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden untuk mendukung program ketahanan pangan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi dan teknologi pertanian yang dapat diterapkan secara luas oleh petani. Dengan demikian, program ketahanan pangan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Program penanaman padi varietas unggul PMJ 01 oleh Kodim 0812 Lamongan merupakan contoh nyata dari upaya pemerintah dan pihak terkait dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. Melalui kolaborasi dan inovasi, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi petani dan Indonesia.