Macet Parah Sitinjau Lauik: Kendala Evakuasi Truk Batu Bara
Kemacetan parah di Sitinjau Lauik, Sumatera Barat, disebabkan kecelakaan truk batu bara yang membutuhkan waktu lama untuk dievakuasi karena keterbatasan alat berat di lokasi kejadian.

Kemacetan panjang terjadi di Sitinjau Lauik, Sumatera Barat, Selasa hingga Rabu (29/1). Penyebabnya? Sebuah truk pengangkut batu bara terguling, menghalangi jalan raya. Kejadian ini membuat arus lalu lintas lumpuh total selama berjam-jam, menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengendara.
Polresta Padang menjelaskan kendala utama dalam penanganan kemacetan ini adalah keterlambatan kedatangan alat berat untuk mengevakuasi truk dan muatan batu bara. Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Padang, Kompol Alfin, menyatakan bahwa polisi berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendatangkan alat berat, namun prosesnya memakan waktu.
Selama menunggu alat berat, petugas kepolisian dan warga sekitar bahu-membahu membersihkan sebagian material batu bara secara manual. Upaya ini dilakukan agar setidaknya satu jalur bisa dibuka dengan sistem buka tutup, meringankan sedikit kepadatan lalu lintas yang sangat parah. Mereka bekerja keras dengan sekop untuk membuka jalan, meski prosesnya sangat terbatas.
Kompol Alfin menegaskan bahwa kewenangan polisi terbatas pada pengamanan lokasi dan pengaturan lalu lintas. Pihak kepolisian tidak memiliki alat berat sendiri untuk melakukan evakuasi. Oleh karena itu, keterlambatan alat berat menjadi faktor utama penyebab kemacetan yang berkepanjangan.
Meskipun demikian, petugas tetap berusaha maksimal dengan cara manual. Mereka berupaya membuka akses jalan seadanya hingga alat berat tiba. Hal ini menunjukkan komitmen mereka untuk menangani situasi darurat, sekalipun dengan keterbatasan sumber daya.
Proses evakuasi akhirnya dimulai setelah alat berat sampai di lokasi pada Rabu (29/1). Dengan bantuan alat berat, truk dan muatan batu bara berhasil dievakuasi. Setelah evakuasi selesai, arus lalu lintas kembali normal secara bertahap.
Kejadian ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antar instansi dalam menghadapi situasi darurat seperti kecelakaan yang berdampak pada lalu lintas. Kemacetan panjang di Sitinjau Lauik menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk meningkatkan respon dan efisiensi penanganan kemacetan di masa mendatang.