{{caption}}
Dana UHC Batang Naik Rp21 Miliar, Cakupan JKN-KIS Tembus 99 Persen

Pemerintah Kabupaten Batang meningkatkan alokasi dana UHC menjadi Rp61 miliar untuk menjamin akses kesehatan masyarakat dan menargetkan peningkatan kepesertaan BPJS Kesehatan hingga 80 persen pada Agustus 2025.

{{caption}}
Cianjur Targetkan UHC Prioritas Juli 2025: Layanan Kesehatan 24 Jam untuk Semua Warga

Pemkab Cianjur bertekad mencapai Universal Health Coverage (UHC) Prioritas pada Juli 2025, menjamin akses layanan kesehatan 24 jam bagi seluruh warga melalui perluasan kepesertaan JKN.

{{caption}}
Pemkab Lombok Timur Anggarkan Rp99 Miliar untuk Pertahankan UHC di 2025

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengalokasikan Rp99 miliar untuk mempertahankan Universal Health Coverage (UHC) pada 2025, demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi 230 ribu warganya.

{{caption}}
Pemkab Natuna Pastikan Pembayaran Iuran JKN Masyarakat Tetap Lancar

Pemerintah Kabupaten Natuna tetap berkomitmen membayarkan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masyarakat, meskipun terdapat rasionalisasi anggaran, demi menjaga kesejahteraan warga.

{{caption}}
BPJS Kesehatan Natuna Tanggung Biaya Pengobatan Warga Usai Cek Kesehatan Gratis

BPJS Kesehatan Kabupaten Natuna menanggung biaya pengobatan warga yang dirujuk ke FKRTL setelah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG), berkat kepatuhan Pemkab Natuna dalam membayar iuran JKN.

{{caption}}
BPJS Kesehatan Papua Barat Daya: Cakupan JKN Capai 708.046 Jiwa

BPJS Kesehatan Sorong laporkan capaian kepesertaan JKN di Papua Barat Daya telah mencapai 708.046 jiwa per 1 Januari 2025, dengan total biaya layanan kesehatan yang dibayarkan mencapai Rp213,137 miliar.

{{caption}}
Peserta JKN di Wamena Capai 196.821 Jiwa

BPJS Kesehatan Wamena melaporkan jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Jayawijaya telah mencapai 196.821 jiwa per 31 Desember 2024, atau sekitar 71,37% dari total penduduk.

{{caption}}
7.000 Warga Manokwari Tak Mampu Dapat Jaminan Kesehatan Nasional

Pemkab Manokwari mengalokasikan Rp12 miliar untuk melindungi 29.000 warganya melalui program JKN, termasuk 7.000 warga tidak mampu yang belum terdaftar sebelumnya.