Papua Pegunungan Dorong Penyelesaian Jalan Trans Papua, Infrastruktur Jadi Fokus Utama
Pemprov Papua Pegunungan mendorong percepatan pembangunan Jalan Trans Papua segmen Elelim-Benawa dan berbagai infrastruktur pendukung untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan tengah gencar mendorong percepatan penyelesaian jalan Trans Papua, khususnya segmen Elelim-Benawa, yang menghubungkan Wamena dan Jayapura. Hal ini disampaikan langsung oleh Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, Velix V Wanggai, dalam rapat evaluasi bersama Komisi II DPR RI. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah, membuka pusat-pusat ekonomi baru, dan meningkatkan aksesibilitas di wilayah selatan Yahukimo, yang dianggap sebagai pintu gerbang selatan Papua Pegunungan. Percepatan pembangunan infrastruktur ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan mencegah inflasi yang tinggi.
Menurut Penjabat Gubernur, pembangunan jalan Trans Papua merupakan salah satu dari sembilan langkah strategis yang perlu didukung pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Pegunungan. Langkah-langkah strategis lainnya meliputi percepatan perpanjangan runway Bandara Wamena untuk kelancaran arus barang dan jasa, fasilitasi akses pasar bagi hasil pertanian seperti sayur mayur dan kopi, serta pengembangan sentra pangan di pegunungan. Selain itu, pembangunan rumah sakit tingkat provinsi, SMA unggulan dengan pola asrama, stadion olahraga, dan rumah layak huni bagi Orang Asli Papua (OAP) juga menjadi prioritas.
Pembangunan infrastruktur juga mencakup pembangunan pos lintas batas negara (PLBN) di Kabupaten Pegunungan Bintang, pendirian Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKIN), dan peningkatan konektivitas jaringan internet. Gubernur Wanggai menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran provinsi baru ini. Meskipun Papua Pegunungan dikategorikan sebagai daerah rawan konflik politik, proses Pilpres, Pileg, dan Pilkada berjalan aman dan damai, menunjukkan komitmen tinggi masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah. Keberhasilan ini menjadi modal penting dalam pembangunan daerah.
Sembilan Langkah Strategis Pemprov Papua Pegunungan
Pemprov Papua Pegunungan telah merumuskan sembilan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Langkah-langkah tersebut meliputi pembangunan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, pengembangan sektor pertanian, dan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Percepatan pembangunan jalan Trans Papua merupakan langkah kunci dalam membuka aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah.
Fasilitasi akses pasar bagi komoditas pertanian seperti sayur mayur dan kopi juga menjadi fokus utama. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani dan mendorong pengembangan sentra pangan di pegunungan. Pembangunan rumah sakit tingkat provinsi dan SMA unggulan dengan pola asrama bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Langkah strategis lainnya adalah pembangunan infrastruktur pendukung seperti stadion olahraga, rumah layak huni bagi OAP, PLBN, dan peningkatan konektivitas internet. Semua langkah ini saling berkaitan dan bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Papua Pegunungan.
Tantangan Pembangunan di Papua Pegunungan
Meskipun terdapat berbagai langkah strategis yang telah direncanakan, pembangunan di Papua Pegunungan masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Salah satu tantangan utama adalah tingginya harga barang yang menyebabkan inflasi mencapai 7,99 persen pada awal Maret 2025. Rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di beberapa kabupaten, seperti Kabupaten Nduga yang mencapai 36,10 pada Desember 2024, juga menjadi perhatian serius.
Pembangunan kantor gubernur, MRP, dan DPRP juga memerlukan perhatian khusus terkait pendanaan. Pemprov Papua Pegunungan berharap adanya alokasi pendanaan khusus dari Kementerian Dalam Negeri yang terpisah dari alokasi di Kementerian PUPR. Hal ini penting untuk memastikan kelancaran pembangunan infrastruktur pemerintahan dan mendukung operasional pemerintahan provinsi yang baru.
Pemprov Papua Pegunungan juga berkomitmen untuk memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Kebijakan 80 persen bagi OAP dalam seleksi CPNS tahun 2025 menunjukkan komitmen tersebut. Dengan berbagai upaya dan komitmen yang kuat, diharapkan pembangunan di Papua Pegunungan dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Keberhasilan pembangunan di Papua Pegunungan tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah, tetapi juga pada kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat. Dengan membangun kepercayaan dan sinergi yang kuat, diharapkan pembangunan di Papua Pegunungan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh masyarakat.