Pelni Denpasar Angkut 1.146 Penumpang Arus Balik Lebaran 2025
KM Awu Pelni Denpasar mengangkut 1.146 penumpang arus balik Lebaran dari Bima, NTB, ke Pelabuhan Benoa, Bali, pada H+2 Lebaran 2025, sementara puncak arus balik diprediksi pada 10 April 2025.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana: PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Denpasar telah mengangkut 1.146 penumpang yang tiba di Pelabuhan Benoa, Bali, pada Rabu, 2 April 2025. Penumpang tersebut merupakan arus balik Lebaran 2025 dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang diangkut menggunakan KM Awu. Arus balik Lebaran ini terjadi setelah periode mudik yang berlangsung pada 16-28 Maret 2025. Pelni Denpasar mengantisipasi lonjakan penumpang dengan menambah kapasitas dan alat keselamatan. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan.
Pelni Denpasar mencatat jumlah penumpang yang tiba di Bali selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2025 mencapai 2.875 orang, sementara yang berangkat dari Bali berjumlah 2.267 orang. Kepala Pelni Cabang Denpasar, Arfah Yusuf, menjelaskan bahwa KM Awu menjadi kapal utama yang melayani rute ini. Pihaknya memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada Kamis, 10 April 2025, dengan kedatangan KM Awu di Pelabuhan Benoa sekitar pukul 16.00 WITA.
Antisipasi lonjakan penumpang dilakukan dengan berbagai persiapan. Selain menambah kapasitas penumpang hingga 50 persen dari kapasitas normal sekitar 1.000 orang, Pelni juga menambah jumlah pelampung dan matras untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan penumpang selama perjalanan. Hal ini sejalan dengan dispensasi yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan.
Arus Balik Lebaran 2025 di Pelabuhan Benoa
KM Awu, kapal yang mengangkut 1.146 penumpang arus balik Lebaran dari Bima, NTB, tiba di Pelabuhan Benoa pada Rabu, 2 April 2025. Jumlah penumpang yang berangkat dari Denpasar menuju Surabaya hanya 31 orang. Hal ini menunjukkan tingginya angka penumpang yang kembali ke Bali setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.
Pelni Denpasar telah menyiapkan tiga jadwal keberangkatan untuk arus balik Lebaran 2025 dari Surabaya, yaitu pada tanggal 10 April, 17 April, dan 22 April. Semua jadwal tersebut menggunakan KM Awu. Setelah tiba di Denpasar, KM Awu dijadwalkan kembali berlayar ke Bima pada pukul 21.00 WITA pada 10 April 2025, melanjutkan perjalanan ke Waingapu, Ende, Kupang, dan Kalabahi.
Arfah Yusuf menambahkan bahwa Pelni Denpasar mengerahkan tiga armada kapal untuk melayani angkutan Lebaran 2025, yaitu KM Awu, Tilongkabila, dan Binaiya. KM Leuser dikerahkan sebagai bantuan di wilayah Jawa dan Kalimantan.
Keselamatan Penumpang Menjadi Prioritas
Dalam rangka mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus mudik dan balik Lebaran 2025, Pelni Denpasar telah menambah sekitar 500 pelampung sebagai alat keselamatan. Penambahan ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan keselamatan penumpang selama perjalanan.
Selain pelampung, Pelni juga menambah sekitar 50 persen matras dari total kapasitas penumpang. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kenyamanan penumpang selama berada di kapal. Semua upaya ini dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang menggunakan jasa Pelni selama periode Lebaran.
Kementerian Perhubungan memberikan dispensasi kepada Pelni untuk menambah kapasitas penumpang hingga 50 persen. Hal ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap upaya Pelni dalam melayani masyarakat selama musim mudik dan balik Lebaran.
Selama periode angkutan Lebaran 2025, baik arus mudik maupun arus balik, Pelni Denpasar telah melayani total 2.267 penumpang yang berangkat dari Bali dan 2.875 penumpang yang tiba di Bali. Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan jasa Pelni sebagai moda transportasi laut selama Lebaran.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Pelni Denpasar berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keselamatan serta kenyamanan penumpang selama perjalanan arus mudik dan balik Lebaran 2025.