Pembayaran Zakat Fitrah Jabar 2025 Tembus Rp1 Triliun Lebih, Naik 107 Persen!
Pembayaran zakat fitrah di Jawa Barat pada Idul Fitri 1446 H melonjak 107 persen dibandingkan tahun lalu, mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Bandung, 31 Maret 2025 (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat mencatat rekor baru dalam penghimpunan zakat fitrah pada Idul Fitri 1446 Hijriah (2025). Kenaikan yang signifikan, mencapai 107 persen dibandingkan tahun 2024, menjadi bukti meningkatnya kesadaran masyarakat Jawa Barat dalam menunaikan ibadah zakat.
Ketua Baznas Jabar, Anang Jauharuddin, mengumumkan angka fantastis tersebut menjelang Shalat Idul Fitri di Lapangan Gasibu Bandung. "Izinkan saya melaporkan pembayaran zakat, khususnya zakat fitrah. Dibandingkan tahun lalu ada kenaikan yang cukup signifikan, prosentasenya kurang lebih 107 persen," ujarnya. Kenaikan ini menunjukkan peningkatan kesadaran berzakat di kalangan umat Islam Jawa Barat.
Total dana zakat fitrah yang terkumpul hingga H-1 Lebaran 2025 pukul 24.00 WIB mencapai lebih dari Rp1 triliun. Angka pastinya, menurut laporan Baznas kabupaten/kota dan lembaga amil zakat di Jawa Barat, adalah Rp1.042.313.820.000. Kenaikan ini merupakan kabar gembira bagi Baznas dan menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel.
Peningkatan Kesadaran dan Kualitas Ekonomi
Anang menjelaskan bahwa dana zakat fitrah yang terkumpul sebagian besar melalui Baznas di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Namun, sebagian lagi disalurkan langsung ke mustahik (yang berhak menerima zakat) melalui masjid dan mushola, terutama pada malam Takbiran. "Hal ini sebagai komitmen kami untuk transparansi dan akuntabilitas," tambah Anang.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut memberikan komentarnya. Beliau melihat lonjakan pembayaran zakat fitrah lebih dari 100 persen sebagai indikator positif. "Ini menandakan kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk membayar zakat semakin meningkat, serta kualitas ekonomi yang masih relatif sangat baik," kata Dedi. Beliau menekankan bahwa kemampuan membayar zakat mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat yang sehat.
Kenaikan signifikan ini menunjukkan tren positif dalam kesadaran berzakat di Jawa Barat. Hal ini juga menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Baznas dalam pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi peningkatan zakat di tahun-tahun mendatang.
Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Zakat
Baznas Jabar berkomitmen untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat fitrah yang terkumpul. Sistem pencatatan yang terintegrasi antara Baznas provinsi dan kabupaten/kota memungkinkan pemantauan yang efektif terhadap dana zakat. Hal ini membangun kepercayaan masyarakat dan memastikan zakat tersalurkan dengan tepat sasaran.
Meskipun sebagian besar zakat fitrah terkumpul melalui Baznas, sistem penyaluran langsung di masjid dan mushola juga tetap dijalankan. Hal ini memastikan agar zakat dapat segera sampai kepada mereka yang membutuhkan, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Keberhasilan penghimpunan zakat fitrah ini menjadi contoh baik bagi daerah lain di Indonesia. Komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan penyaluran yang tepat sasaran merupakan kunci keberhasilan dalam mengelola zakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, Baznas Jabar akan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berzakat dan memperkuat sistem pengelolaan zakat agar lebih efektif dan efisien. Dengan demikian, zakat dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan.
Peningkatan kesadaran berzakat ini juga menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat Jawa Barat yang relatif baik. Kemampuan membayar zakat menunjukkan daya beli dan kesejahteraan masyarakat yang meningkat.