Pemkab Bekasi Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat untuk Tekan Angka Pengangguran
Pemerintah Kabupaten Bekasi berupaya menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat melalui berbagai program untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menciptakan kemandirian ekonomi. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjawab tantangan angka pengangguran dan kemiskinan yang masih tinggi di wilayah tersebut, sejalan dengan slogan ‘Bangkit, Maju, dan Sejahtera’.
Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengungkapkan bahwa jumlah penduduk Kabupaten Bekasi mencapai 3,2 juta jiwa, dengan angkatan kerja sebanyak 2,2 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, baru 1,5 juta jiwa yang bekerja, menyisakan 700 ribu pengangguran. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah daerah.
Berbagai langkah konkret tengah diupayakan untuk mengatasi masalah ini, terutama mengingat isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang belakangan ini cukup santer terdengar. Salah satu fokus utama adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendekatan kemandirian ekonomi.
Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Salah satu program yang dijalankan adalah memanfaatkan kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto. Kerja sama lintas sektor akan dilakukan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat melalui program ini. "Bisa dengan membentuk UMKM bagi anak muda yang tidak bisa kerja, dibiayai oleh BUMDes atau mengolah padi menjadi beras, dijual ke penyedia program MBG," jelas Wakil Bupati.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan swasembada pangan dan menjaga ketahanan pangan daerah. Untuk mendukung sektor pertanian, pemerintah berencana membangun sumur satelit dan sumur bertenaga surya guna mengatasi masalah kekeringan di areal persawahan, khususnya di wilayah utara Kabupaten Bekasi.
Dengan adanya irigasi yang lebih baik, diharapkan hasil panen dapat meningkat hingga tiga kali dalam setahun. "Jadi, kita pikir nanti sawah-sawah itu yang semula gagal panen khususnya di wilayah utara, bisa panen sampai tiga kali dalam setahun. Tidak ada salahnya pemuda menjadi petani," tambah Asep Surya Atmaja.
Penguatan UMKM dan Industri Rumahan
Pemerintah Kabupaten Bekasi juga mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan usahanya. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Penguatan usaha sektor industri rumahan juga menjadi bagian penting dari strategi ini.
Wakil Bupati menekankan pentingnya timeline yang jelas dalam program ini: bangkitnya pendapatan masyarakat, kemajuan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. "Jadi ada usaha abadi, selain ketahanan, kekuatan pangan, ada juga kekuatan mandiri ekonomi masyarakat Kabupaten Bekasi," tutupnya. Program ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi secara signifikan.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pemerintah Kabupaten Bekasi optimis dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Program-program yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat Kabupaten Bekasi.