Pemkab Jayapura Anggarkan Rp1 Miliar untuk Program Makan Bergizi Gratis
Pemerintah Kabupaten Jayapura mengalokasikan Rp1 miliar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada APBD 2025, namun pelaksanaannya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat untuk memastikan program tepat sasaran dan efektif menurunk

Pemkab Jayapura, Papua, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun 2025. Program ini bertujuan mulia, yaitu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak sekolah, dan membantu mengurangi angka stunting di daerah tersebut. Namun, realisasinya masih tertunda.
Penjabat Bupati Jayapura, Samuel Siriwa, menjelaskan bahwa penundaan ini disebabkan oleh penantian petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. Beliau menekankan pentingnya juknis untuk memastikan program MBG berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran. "Kami telah mengalokasikan anggaran Rp1 miliar dalam APBD 2025, tetapi implementasinya masih menunggu juknis dari pusat agar sesuai dengan kebijakan nasional" ujar Samuel Siriwa di Sentani, Jumat lalu.
Kehati-hatian Pemkab Jayapura dalam menunggu juknis pusat sangatlah penting. Tanpa panduan yang jelas, risiko program tidak berjalan efektif dan efisien sangat besar. Dengan mengikuti juknis, diharapkan potensi kesalahan dalam pelaksanaan program dapat diminimalisir. "Kami tidak ingin ada kekeliruan dalam pelaksanaan, oleh karena itu juknis dari pusat menjadi acuan penting," tambah Samuel.
Program MBG sendiri dirancang untuk memberikan akses makanan bergizi kepada masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Pemberian makanan bergizi diharapkan dapat membantu meningkatkan kesehatan dan perkembangan anak, serta berkontribusi dalam upaya penurunan angka stunting. Namun, sebelum program dapat dimulai, langkah-langkah penting seperti pendataan penerima manfaat dan pengaturan mekanisme distribusi makanan masih harus menunggu arahan dari pemerintah pusat.
Pemkab Jayapura berharap program MBG dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan peningkatan gizi, diharapkan akan terbentuk generasi yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. "Kami menunggu arahan dari pusat sehingga kami dapat bergerak, termasuk mendata penerima manfaat dan mengatur mekanisme pendistribusiannya," kata Bupati.
Bupati juga menambahkan bahwa program ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat dalam membangun Indonesia yang lebih maju. "Kesehatan merupakan fondasi utama untuk membangun masyarakat yang produktif dan sejahtera, program ini wujud komitmen Presiden Prabowo menuju Indonesia maju," ujarnya. Dengan kata lain, keberhasilan program MBG ini tidak hanya berdampak pada Kabupaten Jayapura, namun juga berkontribusi pada tujuan nasional yang lebih besar.
Kesimpulannya, anggaran Rp1 miliar untuk program MBG di Kabupaten Jayapura menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, proses implementasi masih menunggu arahan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat untuk memastikan efektivitas dan efisiensi program dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan gizi masyarakat.