Pemkab Sigi Anggarkan Rp17 Miliar untuk Program Makan Bergizi Gratis
Pemerintah Kabupaten Sigi mengalokasikan Rp17 miliar per tahun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang akan menjangkau 3.313 siswa di 13 sekolah dan menghadapi tantangan akses ke daerah terpencil.

Program Makan Bergizi Gratis di Sigi: Anggaran Rp17 Miliar
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp17 miliar per tahun untuk mendukung penuh pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini bertujuan untuk memastikan anak-anak di Kabupaten Sigi, termasuk di wilayah pelosok, mendapatkan makanan bergizi. Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta, menekankan pentingnya akses yang merata bagi semua anak.
Tantangan Distribusi di Wilayah Terpencil
Pemkab Sigi menghadapi tantangan dalam mendistribusikan makanan bergizi ke seluruh wilayah, terutama daerah terpencil seperti Pipikoro, Kulawi Selatan, dan Marawola Barat. Jarak yang jauh dari dapur umum menjadi kendala utama. Oleh karena itu, pemetaan lokasi dan penentuan tempat dapur umum di setiap kecamatan menjadi langkah krusial. Kabupaten Sigi terdiri dari 16 kecamatan dan 176 desa, sehingga cakupan program ini sangat luas.
Pertemuan telah dilakukan antara Pemkab Sigi, organisasi perangkat daerah, dan pemangku kepentingan terkait untuk membahas strategi pendistribusian yang efektif. Pemilihan lokasi dapur umum yang strategis dan efisien menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut. Selain itu, identifikasi wilayah dan kecamatan yang paling membutuhkan bantuan juga menjadi bagian penting dari perencanaan program.
Alokasi Anggaran dan Prioritas Wilayah
Anggaran Rp17 miliar per tahun dialokasikan untuk memastikan kelancaran program MBG. Jumlah ini mencakup biaya operasional, pengadaan bahan makanan, dan distribusi ke seluruh wilayah. Pemkab Sigi juga telah menyiapkan dana cadangan untuk mengantisipasi kendala yang mungkin terjadi selama pelaksanaan program. Kecamatan Sigi Biromaru, Sigi Kota, Dolo, Dolo Selatan, dan Marawola menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan karena kebutuhan yang lebih tinggi di daerah tersebut.
Koordinasi dengan TNI dan Peran Masyarakat
Pelaksanaan program MBG di Kabupaten Sigi akan dikoordinasikan langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 1306 Kota Palu, dibantu oleh Koramil di setiap kecamatan. TNI akan berperan sebagai unit pelaksana teknis di dapur umum. Pemerintah kecamatan akan bekerja sama dengan TNI untuk melibatkan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan masyarakat setempat dalam pengelolaan program.
Meskipun Pemkab Sigi menyatakan kesiapannya, mereka masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. Hal ini penting untuk memastikan program MBG dijalankan sesuai dengan standar dan pedoman yang telah ditetapkan.
Kesampaian Informasi dan Persiapan Infrastruktur
Mayor Infateri Tarno dari Kodim 1306 Kota Palu menyatakan belum menerima informasi resmi mengenai dimulainya program MBG di Kabupaten Sigi. Salah satu kendala utama adalah belum tersedianya dapur umum yang memadai. Awalnya, dapur umum direncanakan di Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, tetapi karena tidak memenuhi standar, lokasi dipindahkan ke Desa Kabobona, Kecamatan Dolo.
Saat ini, baru ada satu dapur umum yang siap beroperasi. Pembangunan dan penyiapan infrastruktur pendukung lainnya masih terus dilakukan untuk menunjang kelancaran program MBG. Koordinasi yang baik antara Pemkab Sigi dan Kodim 1306 Kota Palu sangat penting untuk memastikan kesuksesan program ini.
Sasaran Awal Program MBG
Pada tahap awal, program MBG akan menjangkau 13 sekolah dengan total 3.313 siswa dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Madrasah Aliyah (MA). Rinciannya meliputi dua TK, enam SD, dua SMP, dan tiga SMA/MA. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan gizi dan kesehatan anak-anak di Kabupaten Sigi.