Pemkab Sigi Berkomitmen Lindungi Pekerja Migran, Dorong Pemberdayaan dan Keterampilan
Pemerintah Kabupaten Sigi berkomitmen melindungi pekerja migran dengan mendorong pelatihan kerja dan sinergi pemerintah pusat-daerah untuk meningkatkan kesejahteraan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, menunjukkan komitmen kuatnya dalam melindungi dan memberdayakan pekerja migran asal daerah tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, yang juga meminta pembangunan Balai Latihan Kerja Luar Negeri Sulawesi Tengah berpusat di Kabupaten Sigi, mengingat tingginya jumlah pekerja migran dari wilayah ini.
"Kami memastikan lahan tersedia karena masyarakat di wilayah ini salah satu lumbung pekerja migran terbesar di Sulawesi Tengah," tegas Rizal Intjenae saat kunjungan di Desa Kotapulu, Minggu lalu. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Pemkab Sigi dalam mendukung warganya yang bekerja di luar negeri.
Kunjungan Direktur Jenderal Pemberdayaan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran RI, M. Fachri, ke Sigi semakin mengukuhkan komitmen tersebut. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas program pemberdayaan pekerja migran asal Kabupaten Sigi dan memastikan perlindungan hak-hak mereka terpenuhi.
Perlindungan Maksimal dan Peningkatan Keterampilan Pekerja Migran
M. Fachri, Dirjen Pemberdayaan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran RI, memastikan kesiapan kementeriannya untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan maksimal kepada pekerja migran asal Sigi dan meningkatkan peluang kesejahteraan mereka.
"Harapannya pekerja migran asal Sigi ini bisa memiliki peluang lebih baik dalam meningkatkan kesejahteraan mereka saat kembali ke keluarganya," ujar Fachri. Pernyataan ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas hidup pekerja migran setelah kembali ke tanah air.
Kunjungan ini juga dipandang sebagai momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani isu ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja migran dari Sigi. Sosialisasi yang masif mengenai prosedur kerja di luar negeri juga dianggap penting untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sigi.
Fachri juga menambahkan informasi penting tentang peluang kerja di luar negeri. "Saat ini terdapat sekitar 1,7 juta lowongan pekerjaan yang terbuka di luar negeri tahun 2025. Kami berharap masyarakat dari Sigi bisa mengambil peran dan kesempatan ini," tambahnya, memberikan harapan baru bagi masyarakat Sigi.
Desa Migran Produktif dan Data Pekerja Migran
Pemkab Sigi telah menunjukkan langkah proaktif dengan membentuk lima desa migran produktif di wilayahnya, yaitu Desa Langaleso, Sibowi, Pesaku, Kaleke, dan Baluase. Langkah ini bertujuan untuk mendukung dan memberdayakan pekerja migran dan keluarga mereka.
Data menunjukkan bahwa sejak 2018, terdapat 459 pekerja migran prosedural dari Kabupaten Sigi, dengan 22 laki-laki dan 437 perempuan. Mayoritas bekerja di sektor informal di negara-negara Asia seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, dan beberapa negara lainnya.
Selain itu, tercatat 22 pekerja migran non-prosedural telah difasilitasi kepulangannya dari Jakarta dan daerah lain ke Kabupaten Sigi sejak tahun 2022-2024. Data ini memberikan gambaran nyata tentang jumlah dan kondisi pekerja migran asal Sigi.
Komitmen Pemkab Sigi dalam melindungi dan memberdayakan pekerja migran merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Kerja sama yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah akan sangat menentukan keberhasilan upaya ini.