Pemkot Kendari Panen Raya 14 Ton Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Pemkot Kendari berhasil panen raya 14 ton jagung dari lahan 2 hektare, hasil kerjasama dengan kelompok tani binaan, untuk mendukung ketahanan pangan dan memenuhi kebutuhan pakan ternak.

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), baru-baru ini berhasil memanen raya 14 ton jagung. Panen raya ini merupakan hasil kerjasama antara Pemkot Kendari dan kelompok tani binaan di lahan seluas dua hektare. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Kendari dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Kota Kendari.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menjelaskan bahwa panen raya ini menunjukkan produktivitas jagung yang tinggi, mencapai 7 ton per hektare. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para petani lokal yang dibina oleh Dinas Pertanian, mulai dari penyediaan bibit, perawatan lahan, hingga proses panen. Hal ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya peningkatan produksi pangan.
Jagung yang dipanen sebagian besar diperuntukkan sebagai pakan ternak, guna memenuhi permintaan pasar lokal. Sisanya, akan dipasarkan langsung kepada pengumpul jagung pakan dengan harga yang cukup menguntungkan petani, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp5.500 per kilogram. Ketersediaan jagung sebagai pakan ternak ini diharapkan dapat menstabilkan harga dan ketersediaan pakan di Kota Kendari.
Panen Raya Jagung di Kota Kendari: Dukungan Terhadap Ketahanan Pangan
Program pengembangan jagung di Kota Kendari melibatkan 11 kecamatan dengan total luas lahan tanam mencapai 350 hektare. Hingga saat ini, sekitar 50 persen lahan tersebut telah ditanami jagung. Sebaran lahan terluas berada di Kecamatan Puuwatu (99 hektare), disusul Poasia (80 hektare) dan Kendari (37 hektare). Sedangkan kecamatan lainnya memiliki luas lahan tanam yang lebih kecil, berkisar antara 1 hingga 35 hektare.
Pemerintah Kota Kendari berkomitmen untuk terus membina dan mendukung kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan berkontribusi pada ketahanan pangan di Kota Kendari. Selain itu, keterlibatan Bulog dalam pembelian jagung pipil dengan harga Rp5.500 per kilogram (kadar air 14 persen) juga memberikan kepastian pasar bagi para petani.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan Bulog, diharapkan para petani dapat lebih termotivasi untuk meningkatkan produksi jagung. Hal ini akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat dan ketahanan pangan di Kota Kendari. Keberhasilan panen raya ini menjadi contoh nyata bagaimana kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat dapat menghasilkan hasil yang signifikan.
Distribusi Benih dan Pemasaran Jagung
Distribusi benih jagung di 11 kecamatan di Kota Kendari telah dilakukan secara merata, meskipun luas lahan tanam di setiap kecamatan berbeda-beda. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong peningkatan produksi jagung di seluruh wilayah Kota Kendari. Pemasaran jagung yang langsung dibeli oleh pengumpul pakan ternak juga memberikan kemudahan bagi para petani.
Keberhasilan panen raya ini tidak terlepas dari peran aktif kelompok tani binaan Dinas Pertanian Kota Kendari. Mereka telah menunjukkan dedikasi dan komitmen yang tinggi dalam mengelola lahan dan merawat tanaman jagung hingga panen. Keterlibatan Bulog dalam penyerapan hasil panen juga memberikan jaminan harga dan pasar yang stabil bagi para petani.
Ke depan, Pemkot Kendari akan terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian, termasuk komoditas jagung, melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan bagi petani. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung ketahanan pangan di Kota Kendari.
"Kolaborasi antara Dinas Pertanian Kota Kendari dengan kelompok tani diharapkan menghasilkan hasil tani dengan jumlah yang cukup besar," ujar Sahuriyanto Meronda.
Dengan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah, petani, dan Bulog, diharapkan produksi jagung di Kota Kendari akan terus meningkat dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani.