Pemkot Kupang dan IBI NTT Perangi TBC dengan Diseminasi Informasi
Pemerintah Kota Kupang dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) NTT berkolaborasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya TBC melalui diseminasi informasi dan edukasi.

Kota Kupang, 17 Januari 2024 - Pemerintah Kota Kupang dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi bergandeng tangan untuk memberantas Tuberkulosis (TBC) melalui program diseminasi informasi. Langkah kolaboratif ini diumumkan Jumat lalu di Kantor Wali Kota Kupang.
Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan merancang strategi diseminasi informasi tentang bahaya TBC, pencegahan, dan pengobatannya. Sasarannya adalah peningkatan kesadaran masyarakat Kota Kupang. Menurutnya, TBC masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kota Kupang. Oleh karena itu, Pemkot Kupang secara aktif meningkatkan upaya edukasi masyarakat.
Pemkot Kupang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Wali Kota menekankan pentingnya data survei dasar dari Dinas Kesehatan Kota Kupang, IBI, dan UNICEF sebagai acuan dalam pengembangan strategi edukasi, promosi kesehatan, dan langkah-langkah pencegahan yang efektif. Meskipun berbagai upaya edukasi telah dilakukan, beberapa wilayah masih rentan terhadap TBC karena faktor sanitasi dan indikator kesehatan lainnya.
Data survei dasar tersebut menjadi landasan penting bagi strategi yang akan diterapkan. Wali Kota berharap kegiatan diseminasi ini dapat menjadi pemicu aksi lanjutan yang melibatkan semua pihak secara kolaboratif. Tujuan akhirnya adalah terbentuknya rencana aksi yang komprehensif dan terintegrasi untuk menanggulangi TBC.
Ketua IBI NTT, Damita Palalangan, menjelaskan metode diseminasi yang akan digunakan. IBI NTT akan melakukan penyuluhan, pelatihan, dan distribusi materi informasi kepada masyarakat. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antar sektor dalam penanggulangan TBC. Kegiatan ini melibatkan perwakilan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan tokoh masyarakat.
Damita menambahkan, sejak 2022 hingga 2024, IBI NTT bersama mitra telah melatih guru PAUD, SD, dan SMP untuk melakukan skrining gejala awal TBC dan pencegahan pada anak didik. Hal ini menandakan komitmen untuk mencegah TBC sejak dini. Lebih lanjut, Damita menekankan bahwa tanggung jawab penanggulangan TBC bukan hanya ada pada tenaga kesehatan saja, melainkan tanggung jawab bersama.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak merupakan kunci utama dalam upaya eliminasi TBC. Penguatan kelembagaan dan sosialisasi yang masif menjadi strategi kunci keberhasilan program ini. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan program diseminasi ini dapat secara efektif menurunkan angka kasus TBC di Kota Kupang.