UI Beri Edukasi Kesehatan di Pulau Panggang, Tekan Angka Kasus TBC
Tim Pengabdi Universitas Indonesia (UI) memberikan edukasi kesehatan tentang TBC di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, untuk menekan angka kasus penyakit tersebut.

Tim Pengabdi Universitas Indonesia (UI) dari Fakultas Farmasi (FF) baru-baru ini melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Jakarta. Program ini berfokus pada edukasi penyakit Tuberkulosis (TBC), sebuah penyakit yang menjadi masalah kesehatan signifikan di Indonesia. Kegiatan ini menjawab pertanyaan apa (edukasi TBC), siapa (Tim Pengabdi UI dan warga Pulau Panggang), di mana (Pulau Panggang, Kepulauan Seribu), kapan (baru-baru ini), mengapa (angka TBC tinggi di Pulau Panggang), dan bagaimana (melalui penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis).
Ketua Tim Program Pengabdian Masyarakat (Pangmas) UI, apt. Nisa Maria, menjelaskan bahwa TBC termasuk sepuluh penyakit tertinggi di Pulau Panggang. Program edukasi ini bertujuan untuk mencegah dan menurunkan angka penyakit tersebut dengan memberikan pemahaman tentang TBC, penyebab, gejala, dan pentingnya pengobatan tepat guna mencegah penyebaran. Selain edukasi, program ini juga menyediakan akses kesehatan melalui pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.
Kegiatan diawali dengan penyuluhan tentang TBC dan pengobatannya, dilanjutkan sesi tanya jawab. Setelah penyuluhan, dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), kolesterol, asam urat, dan gula darah. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa FFUI, dipimpin oleh Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat FFUI, Prof. Dr. apt. Anton Bahtiar, M.S.
Edukasi Komprehensif tentang TBC
Penyuluhan yang diberikan mencakup informasi lengkap mengenai TBC, mulai dari penyebab dan gejala hingga metode pencegahan dan pengobatan yang efektif. Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berinteraksi langsung dengan tim ahli dari UI. Hal ini memastikan pemahaman yang menyeluruh dan akurat tentang penyakit TBC.
Pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan merupakan bagian penting dari program ini. Dengan pemeriksaan tersebut, warga dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka secara dini dan mendapatkan penanganan yang tepat jika diperlukan. Langkah ini sangat penting dalam upaya deteksi dini dan pencegahan penyebaran TBC.
Sebanyak 50 peserta pertama yang mengikuti pemeriksaan kesehatan mendapatkan tambahan berupa makanan sehat dan bingkisan berisi alat tulis, susu, dan multivitamin. Hal ini sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi partisipasi aktif warga dalam program edukasi kesehatan ini.
Apresiasi dari Pemerintah Desa
Sekretaris Kelurahan Pulau Panggang, Nur Alim, menyampaikan apresiasi tinggi atas program ini. Ia menekankan manfaat besar program bagi masyarakat Pulau Panggang dalam memahami kesehatan dan cara mencegah serta mengobati TBC sedini mungkin. Program ini dinilai sangat membantu warga untuk meningkatkan kesadaran dan akses terhadap layanan kesehatan.
Prof. Anton Bahtiar berharap program ini menjadi langkah awal penting dalam upaya penyuluhan kesehatan di Pulau Panggang. Ia menekankan komitmen FFUI untuk berkontribusi positif bagi peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan dan pengobatan TBC. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan untuk memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan warga Pulau Panggang.
Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Kelurahan Pulau Panggang ini diikuti oleh ratusan peserta. Keberhasilan program ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Semoga program serupa dapat diimplementasikan di daerah lain untuk menekan angka kasus TBC di Indonesia.