Pemkot Manado Pastikan Bantuan Banjir Merata: Tinjau Lokasi Terdampak di Kombos Timur dan Ternate Tanjung
Pemerintah Kota Manado memastikan distribusi bantuan telah sampai kepada warga yang terdampak banjir dan tanah longsor di beberapa kelurahan, setelah Wakil Wali Kota meninjau langsung lokasi bencana.

Banjir dan tanah longsor menerjang Kota Manado, Sulawesi Utara, pada 22 Maret 2024, akibat tingginya curah hujan. Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, langsung meninjau lokasi bencana dan memastikan penyaluran bantuan kepada warga terdampak di Kelurahan Kombos Timur dan Kelurahan Ternate Tanjung. Pemerintah Kota Manado bergerak cepat untuk memberikan bantuan dan memastikan keselamatan warga.
Peninjauan lokasi dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan sampai kepada warga yang membutuhkan. Richard Sualang menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. "Kami pemerintah hadir datang memastikan bahwa distribusi bantuan-bantuan akan sampai pada warga yang terdampak," ujar Richard Sualang.
Langkah cepat Pemkot Manado ini merupakan respon atas bencana alam yang terjadi. Selain meninjau Kombos Timur dan Ternate Tanjung, Pemkot sebelumnya juga telah meninjau sejumlah titik lain yang terdampak banjir dan tanah longsor, seperti Kelurahan Paal IV, Kelurahan Tingkulu, beberapa titik di Kecamatan Sario, Kelurahan Batu Kota, Jalan Piere Tendean, serta Kelurahan Dendengan Luar. Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan merata.
Peninjauan Lokasi dan Distribusi Bantuan
Wakil Wali Kota Richard Sualang didampingi oleh para camat dan lurah setempat. Mereka memastikan proses distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran. Para camat dan lurah telah diinstruksikan untuk selalu siaga dan tanggap dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Hal ini menunjukkan kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik antar instansi pemerintah dalam menangani bencana.
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa debit air yang tinggi menyebabkan meluapnya air dari drainase dan sungai kecil ke jalan raya. Sistem drainase yang ada di beberapa lokasi dinilai belum mampu menampung volume air hujan yang sangat tinggi. Ini menjadi catatan penting untuk evaluasi dan perbaikan infrastruktur ke depan guna meminimalisir dampak bencana serupa di masa mendatang.
Meskipun diguyur hujan deras, Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang tetap berkomitmen untuk meninjau langsung kondisi warga. Hal ini menunjukkan kepedulian dan komitmen pemerintah untuk selalu dekat dengan rakyatnya.
Imbauan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan
Pemerintah Kota Manado mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan. Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di musim hujan. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan warga sangat penting untuk meminimalisir kerugian dan korban jiwa.
Selain imbauan kewaspadaan, Pemkot Manado juga memastikan akan terus memberikan pelayanan dan bantuan kepada warga yang terdampak. Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok, seperti makanan, minuman, dan obat-obatan. Pemerintah juga akan melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Peninjauan lokasi bencana dan distribusi bantuan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Manado dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi warganya. Ke depan, diharapkan akan ada evaluasi dan langkah-langkah antisipatif untuk mengurangi dampak bencana serupa di masa mendatang. Hal ini termasuk perbaikan sistem drainase dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
Pemerintah juga akan terus melakukan analisis dampak bencana sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan ke depan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan solusi jangka panjang guna mengurangi risiko bencana alam di Kota Manado.