Pemkot Mataram Ajak PKK Tekan Angka Stunting: Target Turun Hingga 5 Persen
Pemerintah Kota Mataram meminta TP PKK untuk membantu menurunkan angka stunting hingga 5 persen, melanjutkan tren penurunan signifikan dari 17 persen pada 2022 menjadi 7,9 persen di 2024.

Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengajak Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) untuk berperan aktif dalam menekan angka stunting. Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, menekankan pentingnya peran PKK dalam upaya ini, mengingat keberhasilan penurunan angka stunting dari 17 persen pada 2022 menjadi 7,9 persen di 2024. Hal ini disampaikan beliau usai mengukuhkan pengurus TP PKK Kota Mataram periode 2025-2030.
Penurunan angka stunting ini merupakan hasil kerja keras TP PKK bersama pemangku kepentingan lainnya. Wali Kota mengapresiasi kerja keras tersebut dan berharap agar TP PKK dapat terus meningkatkan kontribusinya dalam mencapai target penurunan angka stunting hingga 5 persen. TP PKK dinilai sebagai ujung tombak dalam menjalankan program strategis pemerintah kota, termasuk penanganan stunting.
Peran TP PKK dinilai krusial karena keberhasilannya dalam berkolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan sinergi yang baik, diharapkan target penurunan angka stunting dapat tercapai. Wali Kota juga menekankan pentingnya program-program yang sederhana, konkret, dan bermanfaat bagi masyarakat, daripada gagasan besar yang sulit direalisasikan.
Peran PKK dalam Penurunan Stunting
TP PKK Kota Mataram telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam upaya penurunan angka stunting. Mereka telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi wanita dan pemangku kepentingan lainnya, untuk mencapai hasil yang signifikan. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam mengatasi masalah stunting.
Wali Kota Mataram memberikan dukungan penuh terhadap program-program TP PKK yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam upaya penurunan angka stunting. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran TP PKK dalam mencapai target yang telah ditetapkan.
Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj Kinnastri Mohan Roliskana, menyatakan kesiapannya untuk mendukung program pemerintah dalam upaya percepatan penurunan stunting. Beliau menekankan pentingnya semangat gotong royong dan kolaborasi dalam mencapai tujuan tersebut. Hj Kinnastri juga menyampaikan komitmennya untuk mewakafkan diri bagi kemajuan Kota Mataram.
Strategi dan Target Penurunan Stunting
Pemerintah Kota Mataram menargetkan penurunan angka stunting hingga 5 persen. Untuk mencapai target tersebut, berbagai strategi telah dan akan terus diterapkan, dengan TP PKK sebagai salah satu aktor kunci. Strategi ini meliputi kolaborasi dengan berbagai pihak, program-program yang sederhana namun efektif, serta dukungan penuh dari pemerintah kota.
Angka stunting di Kota Mataram telah menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Dari 17 persen pada tahun 2022, angka tersebut turun menjadi 12 persen pada tahun 2023, kemudian turun lagi menjadi 8,9 persen pada tahun 2024, dan saat ini telah mencapai 7,9 persen. Tren penurunan ini menunjukkan efektivitas strategi yang telah diterapkan.
TP PKK Kota Mataram memiliki sekitar 45 pengurus yang siap bekerja keras untuk mencapai target penurunan angka stunting. Pengurus ini memiliki semangat dan komitmen yang tinggi, termasuk beberapa anggota yang telah mengabdi sejak berdirinya Kota Mataram. Semangat dan pengalaman mereka diharapkan dapat menjadi kekuatan dalam upaya penurunan angka stunting.
"Menjadi orang baik itu mudah, cukup dengan berdiam diri kita sudah bisa menunjukkan kebaikan. Namun, untuk menjadi orang yang bermanfaat, perlu perjuangan." Kutipan inspiratif ini menjadi pedoman bagi TP PKK Kota Mataram dalam menjalankan tugas dan amanahnya.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah kota dan TP PKK, serta komitmen dari seluruh pihak yang terlibat, diharapkan target penurunan angka stunting di Kota Mataram hingga 5 persen dapat tercapai. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Mataram.