Pemkot Pangkalpinang Pastikan Stok Sembako Aman Jelang Imlek
Pemerintah Kota Pangkalpinang melakukan sidak di pasar tradisional dan memastikan stok sembako stabil dengan harga terjangkau menjelang perayaan Imlek 2025, sehingga masyarakat dapat merayakan Imlek dengan tenang.

Jelang perayaan Imlek 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, bergerak cepat. Pada Senin, 27 Januari 2025, mereka menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional. Tujuannya? Memastikan stok dan harga sembako tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
Sidak yang dilakukan di Pasar Pagi dan Pasar Ratu Tunggal ini membuahkan hasil positif. Menurut Yiyi Zilaida Dwitri, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, stok dan harga sembako terpantau aman dan stabil dua hari sebelum Imlek. Ini memastikan masyarakat dapat merayakan Imlek dengan nyaman tanpa khawatir akan kenaikan harga yang signifikan.
Harga beberapa komoditas pangan penting memang menjadi perhatian utama. Beras premium misalnya, masih dibanderol Rp15.517 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, dan kedelai biji kering (impor) Rp10.417 per kilogram. Harga-harga ini tergolong stabil dan sesuai dengan kondisi pasar.
Komoditas lain seperti bawang merah (Rp34.000/kg), bawang putih (Rp38.000/kg), cabai merah keriting (Rp70.000/kg), cabai rawit merah (Rp58.500/kg), dan wortel (Rp19.000/kg) juga menunjukkan kestabilan harga. Begitu pula dengan harga daging sapi (Rp134.500/kg), ayam ras (Rp35.000/kg), telur ayam (Rp30.500/kg), gula pasir (Rp17.750/kg), dan minyak goreng kemasan (Rp19.500/liter).
Untuk komoditas lain, seperti tepung terigu curah (Rp10.000/kg), minyak goreng curah (Rp16.500/kg), ikan kembung (Rp52.500/kg), tongkol (Rp36.000/kg), dan bandeng (Rp26.500/kg), harganya juga terpantau stabil. Kestabilan harga ini diyakini karena stok yang cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat, meskipun terjadi peningkatan konsumsi selama libur Isra Miraj dan Imlek.
Meskipun permintaan beberapa bahan pokok seperti cabai, minyak, beras, dan telur meningkat selama libur panjang, peningkatannya tidak signifikan. Hal ini membuat stok masih mencukupi dan mencegah lonjakan harga yang drastis. Pemkot Pangkalpinang pun aktif mengimbau para pedagang untuk tidak memanfaatkan momen hari raya ini untuk menaikkan harga secara berlebihan.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Kenaikan harga yang tidak wajar justru dapat merugikan pedagang itu sendiri dalam jangka panjang. Dengan memastikan stabilitas harga dan ketersediaan sembako, Pemkot Pangkalpinang berupaya memberikan kenyamanan bagi warga dalam merayakan Imlek.