Stok Pangan Pangkalpinang Aman Pasca Lebaran, Harga Beras dan Daging Stabil
Pemerintah Kota Pangkalpinang memastikan stok pangan strategis aman dan harga beberapa komoditas tetap stabil pasca Idul Fitri 1444 H, meskipun beberapa komoditas lain masih tinggi.

Pemerintah Kota Pangkalpinang memastikan ketersediaan stok pangan strategis aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setelah perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, di Pangkalpinang pada Minggu. Pihaknya juga mengimbau para pedagang untuk tidak menaikkan harga secara berlebihan, mengingat stok yang tersedia cukup memadai.
Berdasarkan data yang dihimpun, harga sejumlah komoditas pangan utama di Pasar Pagi dan Pasar Ratu Tunggal Pangkalpinang terpantau stabil. Beras premium misalnya, masih bertahan di harga Rp15.817 per kilogram, sementara beras medium dibanderol Rp13.800 per kilogram. Harga daging sapi juga relatif stabil di angka Rp136.834 per kilogram.
Stabilitas harga juga terlihat pada komoditas lain seperti daging ayam ras (Rp35.500/kg), telur ayam ras (Rp31.334/kg), gula pasir konsumsi (Rp18.500/kg), minyak goreng kemasan (Rp20.500/kg), dan minyak goreng curah (Rp17.500/kg). Kondisi ini menunjukkan pasokan pangan di Pangkalpinang terjaga dengan baik pasca libur Lebaran.
Harga Sayuran dan Bumbu Dapur Masih Tinggi
Meskipun beberapa komoditas pangan utama relatif stabil, beberapa komoditas lain seperti sayuran dan bumbu dapur masih menunjukkan harga yang tinggi. Bawang merah misalnya, masih berada di angka Rp46.667 per kilogram, bawang putih bonggol Rp40.667 per kilogram, cabai merah keriting Rp60.834 per kilogram, dan cabai rawit merah bahkan mencapai Rp101.667 per kilogram.
Harga sayuran seperti wortel (Rp21.000/kg), buncis (Rp13.000/kg), kacang panjang (Rp13.500/kg), bayam (Rp13.000/kg), kangkung (Rp12.000/kg), dan sawi (Rp15.000/kg) juga masih tergolong tinggi. Hanya tempe yang relatif terjangkau dengan harga Rp10.000 per papan. Kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mencari solusi agar harga-harga tersebut dapat lebih stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
Tingginya harga beberapa komoditas ini kemungkinan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti cuaca ekstrem yang dapat mengganggu pasokan, atau juga faktor permintaan dan penawaran di pasar. Pemerintah perlu melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk mengantisipasi gejolak harga di masa mendatang.
Pasokan Pangan Lancar, Stok Aman
Yiyi Zilaida Dwitri memastikan bahwa pasokan berbagai pangan strategis saat ini sudah kembali lancar. "Saat ini pasokan berbagai pangan strategis sudah kembali lancar, sehingga dipastikan stok aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setelah lebaran ini," katanya. Pernyataan ini memberikan jaminan kepada masyarakat Pangkalpinang bahwa kebutuhan pangan mereka tercukupi pasca libur Lebaran.
Pemerintah Kota Pangkalpinang terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain dengan melakukan pemantauan harga di pasar-pasar tradisional, serta berkoordinasi dengan para pedagang dan distributor untuk memastikan kelancaran distribusi pangan. Diharapkan dengan upaya-upaya tersebut, ketersediaan dan stabilitas harga pangan di Pangkalpinang dapat terus terjaga.
Ke depan, perlu adanya strategi yang lebih komprehensif untuk mengatasi fluktuasi harga pangan, terutama komoditas yang masih tinggi. Hal ini dapat dilakukan melalui diversifikasi produksi, peningkatan efisiensi distribusi, dan juga pengendalian inflasi secara nasional. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati harga pangan yang stabil dan terjangkau.