Peningkatan Signifikan Volume Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jabar saat H2 Lebaran
Lonjakan lalu lintas signifikan terjadi di ruas tol Jabodetabek dan Jabar pada H2 Lebaran 2025, terutama menuju Puncak dan Bandung, dengan peningkatan persentase yang bervariasi di sejumlah gerbang tol.

Pada H2 Lebaran 1446 H, Selasa, 1 April 2025, lalu lintas di ruas tol Jabodetabek dan Jawa Barat mengalami peningkatan signifikan. Peningkatan ini diprediksi sebagai dampak dari arus silaturahmi dan wisata Lebaran. Data yang dirilis oleh Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) menunjukkan lonjakan volume kendaraan di sejumlah gerbang tol (GT) utama.
Senior General Manager JMT, Widiyatmiko Nursejati, menyatakan bahwa peningkatan volume transaksi lalu lintas menuju Puncak melalui GT Ciawi 1 sangat signifikan. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menghabiskan libur Lebaran di kawasan Puncak. Lonjakan serupa juga terlihat di sejumlah titik lainnya, menandakan kepadatan arus mudik Lebaran tahun ini.
Data peningkatan volume kendaraan ini tidak hanya terfokus pada satu titik, melainkan tersebar di beberapa ruas tol penting. Hal ini menunjukkan mobilitas masyarakat yang tinggi selama periode Lebaran, baik untuk tujuan wisata maupun silaturahmi keluarga.
Peningkatan Volume Kendaraan Menuju Puncak
Arah Puncak melalui GT Ciawi 1 mencatat 46.028 kendaraan, meningkat 50,47 persen dari volume normal 30.589 kendaraan. Sebaliknya, dari Puncak menuju Jakarta melalui GT Ciawi 2, tercatat 39.251 kendaraan, naik 30,41 persen dari volume normal 30.097 kendaraan. Peningkatan ini menunjukkan arus lalu lintas yang cukup padat di jalur wisata Puncak.
Lonjakan kendaraan menuju Puncak mengindikasikan tingginya animo masyarakat untuk berlibur ke daerah tersebut selama periode Lebaran. Hal ini juga menunjukkan bahwa Puncak masih menjadi destinasi wisata favorit bagi masyarakat Jabodetabek.
Meskipun terjadi peningkatan yang signifikan, Jasa Marga telah mengantisipasi hal ini dengan berbagai persiapan, termasuk penyediaan rest area dan pengaturan lalu lintas untuk memastikan kelancaran perjalanan.
Lonjakan Kendaraan di GT Cikunir dan Sekitarnya
Peningkatan signifikan juga terlihat di GT Cikunir 6, dengan 12.639 kendaraan menuju Jakarta melalui jalan tol MBZ. Angka ini meningkat 137,40 persen dibandingkan volume normal 5.324 kendaraan. Peningkatan yang sangat drastis ini menunjukan tingginya mobilitas kendaraan dari luar Jakarta menuju Ibu Kota.
Peningkatan di GT Cikunir 6 menunjukkan kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi di jalur menuju Jakarta. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh tingginya jumlah pemudik yang kembali ke Jakarta setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.
Jasa Marga terus memantau dan mengelola lalu lintas di GT Cikunir 6 untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan.
Situasi Lalu Lintas di Jawa Barat
Di Jawa Barat, peningkatan volume kendaraan menuju Bandung dan Rancaekek sekitarnya tercatat sebanyak 83.010 kendaraan, naik 34,91 persen dari volume normal 61.530 kendaraan. Peningkatan ini terdistribusi di beberapa gerbang tol.
GT Cileunyi mencatat 46.142 kendaraan menuju Rancaekek, Garut, dan sekitarnya, meningkat 58,20 persen dari volume normal 29.167 kendaraan. Sementara itu, GT Pasteur mencatat 36.868 kendaraan menuju Bandung, naik 13,92 persen dari volume normal 32.363 kendaraan.
Lalu lintas dari Bandung menuju Jakarta melalui GT Pasteur juga mengalami peningkatan, yaitu 33.901 kendaraan, naik 21,62 persen dari volume normal 27.875 kendaraan. Peningkatan ini menunjukkan arus balik Lebaran dari Bandung menuju Jakarta juga cukup tinggi.
Fasilitas dan Layanan di Rest Area
Untuk memastikan kenyamanan pengguna jalan, Jasa Marga menyediakan sejumlah rest area di sepanjang jalur tol. Rest area di jalur Jagorawi (arah Puncak dan Jakarta) serta di jalur menuju Bandung dan Rancaekek menyediakan berbagai fasilitas seperti toilet, parkir, dan rumah ibadah secara gratis. Berbagai tenant juga menyediakan makanan, buah tangan, dan pakaian.
Dengan adanya peningkatan volume kendaraan yang signifikan ini, Jasa Marga diharapkan terus meningkatkan pelayanan dan memastikan keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan tol selama periode mudik dan balik Lebaran. Koordinasi dan antisipasi terhadap potensi kemacetan juga perlu ditingkatkan untuk meminimalisir dampaknya terhadap para pemudik.