Lalin Tol Jabodetabek-Jabar Melonjak H+2 Lebaran, Puncak Terpadat
Volume kendaraan di jalan tol Jabodetabek dan Jabar meningkat signifikan pada H+2 Lebaran, terutama jalur menuju dan dari Puncak, menunjukan peningkatan aktivitas wisata dan silaturahmi.

Peningkatan signifikan volume lalu lintas di jalan tol Jabodetabek dan Jawa Barat (Jabar) tercatat pada Kamis, 3 April 2025, atau H+2 Lebaran. Data dari Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) menunjukkan lonjakan kendaraan yang menuju dan meninggalkan wilayah tersebut, didorong oleh aktivitas wisata dan silaturahmi Lebaran. Lonjakan ini terjadi di berbagai titik, khususnya jalur menuju dan dari Puncak.
Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Widiyatmiko Nursejati, dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat, menyatakan, "Pada hari Kamis, 03 April 2025 atau H+2 Idul Fitri 1446H, Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) mencatat peningkatan volume lalu lintas yang diprediksi sebagai lalu lintas silaturahmi dan wisata di Ruas Tol wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat."
Data menunjukan peningkatan yang cukup signifikan di berbagai gerbang tol, baik menuju maupun meninggalkan wilayah Jabodetabek dan Jabar. Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran.
Lonjakan Kendaraan Menuju dan dari Puncak
Arah Puncak menunjukan peningkatan volume lalu lintas transaksi yang signifikan melalui Gerbang Tol (GT) Ciawi 1. Tercatat sebanyak 38.809 kendaraan atau naik 25,28 persen dibandingkan hari normal (30.979 kendaraan). Sementara itu, arus balik dari Puncak dan Cikampek menuju Jabodetabek melalui GT Halim, GT Cikunir 6, dan GT Ciawi 2 mencapai 130.855 kendaraan, meningkat 40,37 persen dari hari normal (93.224 kendaraan).
Peningkatan signifikan juga terlihat di GT Halim arah Jakarta (63.384 kendaraan, naik 8,68 persen), GT Cikunir 6 arah Jakarta (19.419 kendaraan, naik 245,72 persen), dan GT Ciawi 2 arah Jakarta (48.052 kendaraan, naik 64,07 persen). Angka-angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan jalur tol selama periode Lebaran.
Data ini menunjukkan distribusi lalu lintas yang cukup merata di beberapa titik, namun tetap menunjukan peningkatan yang signifikan di beberapa titik utama.
Situasi Lalu Lintas di Jawa Barat
Di Jawa Barat, peningkatan volume lalu lintas menuju Bandung dan Rancaekek mencapai 70.209 kendaraan (naik 12,10 persen). Sebaliknya, arus lalu lintas dari Bandung menuju Jakarta juga meningkat signifikan, mencapai 78.643 kendaraan (naik 42,93 persen) melalui GT Cileunyi dan GT Pasteur.
Lebih rinci, lalu lintas dari Jakarta menuju Rancaekek melalui GT Cileunyi mencapai 33.576 kendaraan (naik 14 persen), sementara arus balik mencapai 43.812 kendaraan (naik 65,97 persen). Lalu lintas menuju Kota Bandung melalui GT Pasteur tercatat 36.633 kendaraan (naik 10,42 persen), dan arus balik mencapai 34.831 kendaraan (naik 21,69 persen).
Peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Barat selama periode Lebaran, terutama di sekitar Bandung dan Rancaekek.
Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan peningkatan signifikan volume lalu lintas di jalan tol Jabodetabek dan Jabar selama H+2 Lebaran. Peningkatan ini terutama terlihat di jalur-jalur utama menuju dan dari destinasi wisata populer seperti Puncak dan di sekitar Bandung. Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran untuk bersilaturahmi dan berwisata.