Arus Balik Lebaran H+3: Peningkatan Signifikan di Tol Jabodetabek dan Jabar
Volume lalu lintas arus balik Lebaran di tol Jabodetabek dan Jabar meningkat signifikan pada H+3, terutama di GT Halim, Cikunir 6, dan Ciawi 2, dengan peningkatan persentase mencapai ratusan persen.

Pada H+3 Lebaran, Jumat (4/4/2025), volume lalu lintas arus balik Lebaran menuju Jakarta di ruas tol Jabodetabek dan Jawa Barat mengalami peningkatan signifikan. Peningkatan ini terpantau di berbagai gerbang tol utama, menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke ibukota setelah merayakan Idul Fitri di kampung halaman. Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) mencatat data peningkatan yang cukup mencolok di beberapa titik.
Senior General Manager JMT, Widiyatmiko Nursejati, dalam keterangannya di Jakarta pada Sabtu (5/4/2025), menjelaskan bahwa peningkatan volume lalu lintas ini terjadi di berbagai titik, baik di jalur menuju Puncak maupun dari arah Cikampek. Data menunjukan lonjakan yang cukup signifikan, terutama di gerbang tol yang menjadi akses utama arus balik menuju Jabodetabek. Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pasca libur Lebaran.
Peningkatan volume kendaraan ini tentu saja berdampak pada kepadatan lalu lintas di beberapa ruas tol. Pihak berwenang telah mengantisipasi hal ini dengan berbagai strategi, termasuk membuka jalur fungsional untuk mengurai kepadatan dan memastikan kelancaran arus balik. Pemerintah dan pihak terkait terus memantau situasi dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Peningkatan Arus Balik di Jabodetabek
Di wilayah Jabodetabek, peningkatan volume lalu lintas menuju Puncak melalui Gerbang Tol (GT) Ciawi 1 tercatat sebanyak 40.004 kendaraan, naik 5,50 persen dibandingkan hari normal (37.919 kendaraan). Sementara itu, arus balik dari Cikampek dan Puncak yang masuk melalui GT Halim, GT Cikunir 6, dan GT Ciawi 2 mencapai total 130.619 kendaraan, meningkat 28,68 persen dari volume normal (101.509 kendaraan).
Secara spesifik, GT Halim mencatat 67.169 kendaraan (naik 7,52 persen), GT Cikunir 6 sebanyak 19.419 kendaraan (naik signifikan 182,75 persen), dan GT Ciawi 2 mencapai 44.031 kendaraan (naik 36,87 persen). Lonjakan signifikan di GT Cikunir 6 menunjukkan peningkatan yang sangat tinggi dibandingkan hari biasa. Hal ini perlu menjadi perhatian untuk pengaturan lalu lintas di masa mendatang.
Peningkatan volume lalu lintas ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menghabiskan libur Lebaran di luar Jabodetabek. Namun, peningkatan yang signifikan juga menimbulkan tantangan dalam hal manajemen lalu lintas untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan.
Peningkatan Arus Balik di Jawa Barat
Di Jawa Barat, peningkatan arus lalu lintas meninggalkan Bandung menuju Jakarta tercatat 76.650 kendaraan, meningkat 27,82 persen dari volume normal (59.967 kendaraan). Lalu lintas terdistribusi melalui GT Cileunyi dan GT Pasteur Jalan Tol Padaleunyi.
GT Cileunyi mencatat 42.691 kendaraan (naik 48,51 persen), sementara GT Pasteur (masuk) mencatat 33.959 kendaraan (naik 8,77 persen). Peningkatan ini menunjukkan bahwa arus balik dari wilayah Jawa Barat menuju Jakarta juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Peningkatan volume kendaraan di GT Cileunyi yang signifikan menunjukkan tingginya volume kendaraan yang meninggalkan daerah Bandung Raya dan sekitarnya. Ini menunjukkan perlunya antisipasi dan manajemen lalu lintas yang lebih baik di masa mendatang.
Sebagai upaya antisipasi kepadatan, jalur fungsional Tol Japek II Selatan dibuka secara situasional. Jalur ini diakses melalui akses keluar Sadang di KM 76 Tol Cipularang dan kembali masuk ke jalan tol Jakarta-Cikampek melalui GT Cibatu dan GT Cikarang Timur.
Langkah ini diambil untuk mengurai potensi kepadatan di KM 66 ruas tol Jakarta-Cikampek akibat pertemuan arus balik dari Jawa Barat dan Transjawa. Pembukaan jalur fungsional ini diharapkan dapat membantu melancarkan arus balik Lebaran dan mengurangi kepadatan di jalan tol utama.
Secara keseluruhan, peningkatan volume lalu lintas arus balik di tol Jabodetabek dan Jabar pada H+3 Lebaran menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pasca libur Lebaran. Pihak terkait perlu terus melakukan evaluasi dan meningkatkan strategi manajemen lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan di masa mendatang dan memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.