Peningkatan Signifikan Arus Lalu Lintas Tol Jabodetabek dan Jabar di H+1 Lebaran
Volume kendaraan di jalan tol Jabodetabek dan Jabar meningkat drastis pada H+1 Lebaran, terutama menuju Puncak dan Bandung, menunjukkan peningkatan aktivitas silaturahmi dan wisata.

Peningkatan signifikan arus lalu lintas terjadi di ruas tol Jabodetabek dan Jawa Barat pada H+1 Lebaran, Rabu, 2 April 2025. Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) mencatat lonjakan volume kendaraan yang diprediksi sebagai dampak silaturahmi dan wisata Lebaran. Lonjakan ini terpantau di berbagai gerbang tol (GT) utama, baik menuju maupun meninggalkan wilayah Jabodetabek dan Bandung.
Berdasarkan data JMT, peningkatan volume kendaraan menuju Puncak melalui GT Ciawi 1 mencapai 46.338 kendaraan, naik 35,63 persen dibandingkan hari normal. Sementara itu, arus balik dari Cikampek dan Puncak menuju Jabodetabek melalui GT Halim, GT Cikunir 6, dan GT Ciawi 2 mencapai 118.504 kendaraan, atau naik 28,61 persen.
Lonjakan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran. Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Widiyatmiko Nursejati, menjelaskan bahwa peningkatan ini merupakan hal yang diperkirakan, mengingat momen Lebaran selalu diiringi dengan peningkatan aktivitas perjalanan, baik untuk mengunjungi keluarga maupun berwisata.
Arus Lalu Lintas Menuju dan Meninggalkan Puncak
Peningkatan volume lalu lintas menuju Puncak melalui GT Ciawi 1 tercatat sangat signifikan, mencapai 46.338 kendaraan atau naik 35,63 persen dibandingkan hari normal (31.215 kendaraan). Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berwisata ke daerah Puncak selama libur Lebaran.
Sebaliknya, arus balik dari Puncak menuju Jabodetabek melalui GT Ciawi 2 juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, mencapai 44.228 kendaraan atau naik 41,44 persen dibandingkan hari normal (31.270 kendaraan). Peningkatan ini menunjukkan tingginya volume kendaraan yang kembali ke Jabodetabek setelah menghabiskan waktu libur di Puncak.
Data ini menunjukkan bahwa Puncak tetap menjadi destinasi wisata favorit masyarakat selama libur Lebaran, dengan peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan baik untuk perjalanan menuju maupun meninggalkan wilayah tersebut.
Situasi Lalu Lintas di Sekitar Jabodetabek
Di wilayah Jabodetabek, peningkatan volume lalu lintas juga terpantau di beberapa GT utama. GT Halim mencatat 58.273 kendaraan menuju Jakarta, naik 5,40 persen dari hari normal. GT Cikunir 6 mencatat peningkatan yang sangat signifikan, yaitu 16.003 kendaraan atau naik 186,07 persen dibandingkan hari normal.
Peningkatan yang signifikan di GT Cikunir 6 menunjukkan tingginya volume kendaraan yang melewati Jalan Tol MBZ menuju Jakarta. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti distribusi lalu lintas dari arah timur Jabodetabek atau strategi manajemen lalu lintas yang diterapkan.
Secara keseluruhan, data menunjukkan peningkatan volume lalu lintas di sekitar Jabodetabek, yang menandakan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran.
Peningkatan Arus Lalu Lintas di Jawa Barat
Di wilayah Jawa Barat, peningkatan volume lalu lintas menuju Bandung dan Rancaekek mencapai 74.938 kendaraan, naik 18,82 persen dibandingkan hari normal. Sementara itu, arus balik dari Bandung menuju Jakarta mencapai 75.828 kendaraan, naik 33,13 persen.
Peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat antara Jakarta dan Bandung selama libur Lebaran. Kota Bandung, sebagai salah satu pusat ekonomi dan wisata di Jawa Barat, menjadi destinasi favorit bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu libur Lebaran.
GT Cileunyi juga mencatat peningkatan volume lalu lintas yang signifikan, baik menuju maupun meninggalkan wilayah Rancaekek, Garut, dan sekitarnya. Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat di wilayah tersebut selama periode libur Lebaran.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, data dari JMT menunjukkan peningkatan signifikan volume lalu lintas di ruas tol Jabodetabek dan Jabar pada H+1 Lebaran. Peningkatan ini terutama terlihat di jalur menuju Puncak dan Bandung, serta jalur arus balik menuju Jabodetabek. Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran untuk bersilaturahmi dan berwisata.