Lonjakan Kendaraan Trans Jawa di H+2 Lebaran: 177 Ribu Kendaraan Menuju Jakarta
PT Jasamarga Transjawa Tol mencatat lonjakan signifikan 177.014 kendaraan dari wilayah timur Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama pada H+2 Lebaran, meningkat 78% dibandingkan hari biasa.

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melaporkan peningkatan signifikan jumlah kendaraan yang melintasi jalan tol Trans Jawa pada H+2 Lebaran, Kamis, 3 April 2025. Sebanyak 177.014 kendaraan tercatat memasuki Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama dari arah timur, menunjukkan peningkatan sebesar 77,95 persen dibandingkan lalu lintas normal. Lonjakan ini terjadi setelah periode libur Hari Raya Idul Fitri 1446 H, dan menjadi sorotan utama dalam laporan lalu lintas jalan tol Trans Jawa.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa peningkatan ini merupakan angka kumulatif sejak H1 hingga H+2 Lebaran. Data ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran tahun ini. Rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow juga diterapkan untuk mengelola arus kendaraan yang padat.
Peningkatan volume kendaraan ini tidak hanya terpusat di GT Cikampek Utama. Data dari PT JTT menunjukkan lonjakan serupa di berbagai gerbang tol di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal ini menunjukkan tingginya angka pemudik yang memanfaatkan jalan tol Trans Jawa untuk merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman, kemudian kembali ke kota-kota besar setelahnya.
Lonjakan Kendaraan di Berbagai Gerbang Tol
Di Jawa Tengah, lonjakan kendaraan terpantau signifikan di beberapa titik. Gerbang Tol Kalikangkung yang meninggalkan Semarang mencatat 118.909 kendaraan (naik 130,28 persen), sementara kendaraan menuju Semarang mencapai 144.690 (naik 167,62 persen). Gerbang Tol Banyumanik mencatat 144.505 kendaraan menuju Jakarta (naik 137,12 persen), dan 186.844 kendaraan menuju Solo (naik 143,48 persen).
Tren serupa juga terlihat di Jawa Timur. Gerbang Tol Warugunung mencatat 125.876 kendaraan menuju Jakarta (naik 88,37 persen) dan 129.461 kendaraan menuju Surabaya (naik 83,54 persen). Gerbang Tol Kejapanan Utama mencatat 142.457 kendaraan menuju Surabaya (naik 75,21 persen), dan 144.479 kendaraan menuju Malang (naik 88,36 persen). Gerbang Tol Singosari mencatat 77.180 kendaraan menuju Surabaya (naik 74,58 persen) dan 71.620 kendaraan menuju Malang (naik 75,44 persen).
Data ini menunjukkan distribusi lalu lintas yang merata di sepanjang jalur Trans Jawa, dengan peningkatan signifikan di berbagai titik strategis. Hal ini menunjukan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan jalan tol sebagai jalur mudik dan balik Lebaran.
Rekayasa Lalu Lintas dan Imbauan Keselamatan
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, PT JTT memberlakukan rekayasa lalu lintas one way dari KM 219 Jalan Tol Kanci-Pejagan hingga KM 70 GT Cikampek Jalan Tol Jakarta-Cikampek, serta contraflow dua lajur dari KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta. Rekayasa ini diterapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dan mencegah kemacetan yang berkepanjangan.
PT JTT juga mengimbau kepada pengguna jalan tol Trans Jawa untuk selalu mengutamakan keselamatan, mempersiapkan diri sebelum perjalanan, memastikan kondisi kendaraan prima, dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan. Persiapan yang matang akan membantu mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan yang aman dan nyaman.
"Pengguna jalan tol Trans Jawa diimbau untuk mengutamakan keselamatan, mempersiapkan diri sebelum memasuki perjalanan di jalan tol. Pastikan diri dan kendaraan dalam kondisi prima, memastikan kecukupan daya, BBM dan saldo uang elektronik, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan," ujar Ria Marlinda Paallo.
Dengan adanya lonjakan kendaraan yang signifikan ini, diharapkan pengelola jalan tol dapat terus meningkatkan pelayanan dan memastikan keamanan serta kenyamanan pengguna jalan tol Trans Jawa.