791 Ribu Kendaraan Padati Jalur Timur Trans Jawa saat Lebaran 2025
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat lonjakan signifikan 791.265 kendaraan menuju wilayah timur Trans Jawa selama periode Lebaran 2025, meningkat 140,80 persen dibandingkan lalu lintas normal.

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat peningkatan signifikan jumlah kendaraan yang melintasi jalur Trans Jawa selama periode libur Lebaran 2025. Data yang dihimpun menunjukkan lonjakan kendaraan menuju wilayah timur Trans Jawa melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama. Peningkatan ini terjadi selama periode H-10 hingga H+2 Lebaran, atau tepatnya antara tanggal 21 Maret hingga 1 April 2025.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, mengungkapkan bahwa total volume kendaraan yang melewati GT Cikampek Utama mencapai angka 791.265 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 140,80 persen dibandingkan dengan lalu lintas normal yang rata-rata mencapai 328.605 kendaraan. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik ke wilayah timur Jawa selama periode Lebaran tahun ini.
Namun, data juga menunjukkan penurunan jumlah kendaraan dari wilayah timur Trans Jawa yang melintasi GT Cikampek Utama. Tercatat sebanyak 230.545 kendaraan kembali ke Jakarta, mengalami penurunan 29,50 persen dibandingkan lalu lintas normal (326.994 kendaraan). Perbedaan signifikan antara arus mudik dan arus balik ini menjadi sorotan penting dalam analisis pergerakan kendaraan selama periode Lebaran.
Lonjakan Kendaraan di Berbagai Titik Trans Jawa
Peningkatan volume kendaraan tidak hanya terpusat di GT Cikampek Utama. Data dari JTT menunjukkan lonjakan serupa di berbagai titik strategis di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Jawa Tengah, misalnya, tercatat peningkatan signifikan kendaraan menuju Semarang melalui GT Kalikangkung, mencapai 446.520 kendaraan atau naik 161,76 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Sementara itu, arus kendaraan yang meninggalkan Semarang melalui GT Kalikangkung mengalami penurunan sebesar 14,11 persen. Hal serupa juga terjadi pada arus kendaraan menuju Jakarta dari Solo, yang mengalami penurunan 9,97 persen. Data ini menunjukkan distribusi pergerakan kendaraan yang tidak merata di sepanjang jalur Trans Jawa.
Di Jawa Timur, lonjakan kendaraan menuju Surabaya melalui GT Warugunung tercatat sebesar 17,87 persen, sementara arus kendaraan menuju Jakarta melalui gerbang tol yang sama justru meningkat hingga 35,64 persen. Data ini menunjukkan dinamika pergerakan kendaraan yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Stimulus Potongan Tarif Tol
Sebagai upaya untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan memberikan kemudahan bagi pengguna jalan, JTT memberikan stimulus berupa potongan tarif tol sebesar 20 persen. Potongan tarif ini berlaku pada beberapa periode waktu tertentu, yaitu mulai 3 April 2025 pukul 05.00 WIB hingga 5 April 2025 pukul 05.00 WIB, dan dilanjutkan pada 8 April 2025 pukul 05.00 WIB hingga 10 April 2025 pukul 05.00 WIB.
Potongan tarif ini hanya berlaku bagi pengguna jalan yang melakukan transaksi menggunakan uang elektronik dengan saldo yang mencukupi, saat melalui GT Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang menuju GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya perjalanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama periode Lebaran.
Data lengkap mengenai volume lalu lintas di berbagai titik di sepanjang jalur Trans Jawa selama periode Lebaran 2025 ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai pergerakan kendaraan dan pola perjalanan masyarakat Indonesia selama masa liburan Idul Fitri.
Dari data tersebut terlihat adanya peningkatan signifikan pada arus mudik, sementara arus balik menunjukkan tren yang lebih beragam, dengan beberapa titik mengalami penurunan dan beberapa titik lainnya justru mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan kompleksitas pergerakan kendaraan dan pentingnya perencanaan yang matang dalam mengelola lalu lintas di jalur Trans Jawa.