Polres Jembrana Siap Hadapi Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Gilimanuk
Kepolisian Resor Jembrana, Bali bersiap menghadapi lonjakan arus balik Lebaran di Pelabuhan Gilimanuk dengan pemeriksaan ketat namun humanis, berkoordinasi dengan instansi terkait untuk kelancaran arus balik.

Kepolisian Resor (Polres) Jembrana, Bali, menyatakan kesiapannya menghadapi arus balik Lebaran Idul Fitri 2025 di Pelabuhan Gilimanuk. Apa yang dilakukan? Siapa yang terlibat? Di mana kegiatan ini berlangsung? Kapan kesiapan ini diumumkan? Mengapa kesiapan ini penting? Bagaimana persiapannya dilakukan? Polres Jembrana memastikan pemeriksaan ketat terhadap kendaraan, barang bawaan, dan penumpang akan dilakukan di pintu keluar Pelabuhan Gilimanuk untuk mencegah masuknya barang berbahaya dan terlarang ke Pulau Bali. Hal ini diumumkan pada Rabu, 2 April 2025, oleh Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto.
Meskipun pemeriksaan akan dilakukan secara ketat, Kapolres menekankan pentingnya pendekatan humanis kepada masyarakat agar tetap merasa nyaman. Pihaknya berkomitmen untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus balik Lebaran. Hal ini merupakan upaya pencegahan berbagai hal yang membahayakan masyarakat.
Langkah-langkah antisipasi ini diambil sebagai respons terhadap prediksi peningkatan jumlah pemudik yang kembali ke Bali pasca Lebaran. Koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait, termasuk TNI, ASDP, dan Dinas Perhubungan, juga dilakukan untuk memastikan kelancaran arus balik. Imbauan kepada pemudik untuk mematuhi arahan petugas dan melapor jika melihat hal mencurigakan juga disampaikan.
Pengamanan Ketat dan Humanis di Pelabuhan Gilimanuk
Polres Jembrana akan memperketat pengawasan di Pos II Pelabuhan Gilimanuk, yang merupakan pintu keluar utama. Pemeriksaan kendaraan, barang bawaan, dan penumpang akan dilakukan secara teliti. Namun, pendekatan humanis tetap diutamakan agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.
Inspektur Satu I Gede Sudi Antara, perwira pengendali Operasi Ketupat Agung 2025, melaporkan bahwa hingga Selasa, 2 April 2025, belum ditemukan barang terlarang atau berbahaya yang dibawa masuk ke Bali. Hal ini menunjukkan efektivitas langkah-langkah pengamanan yang telah dilakukan.
Koordinasi yang baik antar instansi terkait sangat penting dalam memastikan kelancaran arus balik. Kerjasama ini akan membantu mengantisipasi potensi masalah dan memberikan respon yang cepat dan efektif terhadap situasi di lapangan.
Kapolres juga menghimbau masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban selama arus balik berlangsung. Kerjasama antara pihak kepolisian dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan suasana yang aman dan nyaman.
Lonjakan Penumpang dan Antisipasi Arus Balik
Data dari PT ASDP Indonesia Ferry menunjukkan peningkatan signifikan jumlah penumpang yang keluar dari Bali menuju Jawa selama periode H-10 hingga H-4 Lebaran 2025, yaitu sebanyak 369.514 penumpang. Angka ini meningkat 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Yani Andriyanto, mengkonfirmasi data tersebut. Peningkatan jumlah penumpang ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran. Antisipasi terhadap lonjakan ini menjadi sangat penting.
Peningkatan jumlah penumpang ini menjadi pertimbangan utama dalam strategi pengamanan dan kelancaran arus balik. Polres Jembrana telah mempersiapkan diri untuk menghadapi lonjakan tersebut dengan memperkuat personel dan koordinasi dengan instansi terkait.
Dengan mempertimbangkan data ini, Polres Jembrana telah melakukan berbagai antisipasi untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus balik Lebaran di Pelabuhan Gilimanuk. Koordinasi yang baik antar instansi terkait menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi lonjakan penumpang.
Polres Jembrana berkomitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama arus balik Lebaran. Pemeriksaan yang ketat namun humanis, serta koordinasi yang baik dengan instansi terkait, diharapkan dapat memastikan kelancaran arus balik Lebaran di Pelabuhan Gilimanuk.