Puncak Arus Balik Lebaran 2025 di Terminal Mengwi Bali Diprediksi 6 April
Terminal Mengwi, Bali memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 jatuh pada 6 April mendatang, dipengaruhi libur panjang cuti bersama.

Terminal Tipe A Mengwi di Kabupaten Badung, Bali, memproyeksikan puncak arus balik Lebaran 2025 akan terjadi pada Minggu, 6 April 2025. Prediksi ini didasarkan pada libur cuti bersama yang cukup panjang hingga Senin, 7 April 2025. Hal ini disampaikan langsung oleh Pengawas Terminal Tipe A Mengwi, Ardani Nirwesti, dalam keterangannya di Badung, Bali, Rabu.
"Kami perkirakan puncak balik penumpang pada H+6 atau 6 April," kata Ardani Nirwesti. Meskipun demikian, hingga H+2 Lebaran, belum tercatat kedatangan penumpang signifikan dari berbagai kota di Jawa.
Data yang diperoleh dari terminal terbesar di Bali ini menunjukkan bahwa pada H+1 (Selasa, 1 April 2025), dari pukul 00.00 hingga 18.00 WITA, tercatat 789 penumpang tiba dengan menggunakan 35 armada bus AKAP. Menariknya, jumlah penumpang yang berangkat justru lebih tinggi, mencapai 1.078 orang dengan 52 bus AKAP.
Persiapan Terminal Mengwi Hadapi Puncak Arus Balik
Selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2025, rata-rata sekitar 105 armada bus melayani penumpang di Terminal Mengwi. Terminal ini berada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Bali. Setiap harinya, rata-rata sekitar 3.000 pemudik meninggalkan Bali melalui terminal ini, dengan puncak keberangkatan mencapai 3.154 orang pada Selasa, 25 Maret 2025.
Demi memastikan keselamatan dan keamanan penumpang, pihak terminal telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap armada bus. Pemeriksaan meliputi fungsi lampu, kondisi ban, uji KIR, kelengkapan alat keselamatan, dokumen kendaraan, serta pemeriksaan kesehatan para awak bus sebelum mereka bertugas.
Libur nasional dan cuti bersama Lebaran 2025 memang lebih panjang dibandingkan tahun 2024. Total libur, termasuk cuti bersama, libur hari besar keagamaan/nasional, dan akhir pekan, mencapai 11 hari (28 Maret - 7 April), jauh lebih panjang dari tahun 2024 yang hanya 8 hari. Perbedaan ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia pada 14 Oktober 2024. Libur panjang ini juga berdekatan dengan Hari Suci Nyepi 2025.
Antisipasi Lonjakan Penumpang
Pihak pengelola Terminal Mengwi telah mempersiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada puncak arus balik. Meskipun belum dijelaskan secara detail, diperkirakan akan ada penambahan armada bus dan petugas untuk memastikan kelancaran arus balik. Koordinasi dengan pihak terkait, seperti kepolisian dan Dinas Perhubungan, juga akan ditingkatkan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para penumpang.
Dengan mempertimbangkan prediksi puncak arus balik pada 6 April 2025, pengelola Terminal Mengwi berharap seluruh pihak terkait dapat bekerja sama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik. Hal ini penting untuk memastikan kepulangan para pemudik berjalan lancar dan aman.
Selain itu, pihak pengelola juga mengimbau para pemudik untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan mengecek kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Dengan persiapan yang matang, diharapkan arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan dengan lancar dan tanpa kendala berarti.
Meskipun puncak arus balik diprediksi terjadi pada 6 April, pihak terminal tetap siaga dan memantau perkembangan situasi secara intensif. Mereka berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keselamatan serta kenyamanan para penumpang selama periode arus balik Lebaran 2025.
Dengan pengalaman yang telah dihimpun dari tahun-tahun sebelumnya, diharapkan pengelolaan arus balik Lebaran 2025 di Terminal Mengwi dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi para pemudik yang ingin kembali ke tempat asalnya dengan nyaman dan aman.