Pramono Anung Tinjau RDF Plant Rorotan, Ungkap Masalah Sampah Lama Jadi Biang Keladi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung RDF Plant Rorotan dan menemukan masalah utama berupa penggunaan sampah lama yang menyebabkan bau dan asap hitam, sehingga ia menginstruksikan perbaikan fasilitas.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, melakukan peninjauan langsung ke Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di Rorotan, Jakarta Utara pada Kamis. Kunjungan ini bertujuan untuk menyelidiki permasalahan yang muncul di tempat pengolahan sampah tersebut. Peninjauan ini dilakukan setelah Pramono menerima laporan terkait masalah di RDF Plant Rorotan. Ia juga bertemu langsung dengan warga sekitar untuk mendengarkan keluhan mereka.
Pramono mengungkapkan bahwa teknologi yang digunakan di RDF Plant Rorotan berasal dari Eropa. "Kalau teknologi dari Eropa seharusnya dampak-dampak yang menjadi kekhawatiran warga itu tidak terjadi," ujarnya. Namun, kenyataannya, warga sekitar mengeluhkan bau dan asap hitam yang ditimbulkan oleh plant tersebut. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Gubernur DKI Jakarta.
Setelah meninjau lokasi dan berdiskusi dengan pihak terkait, Pramono menemukan akar permasalahan utamanya. Ia menjelaskan bahwa penggunaan sampah lama, bahkan yang sudah lebih dari sebulan, menjadi penyebab utama munculnya masalah seperti bau, bakteri, dan asap hitam dari cerobong. Padahal, secara teknis, sampah yang diolah seharusnya merupakan sampah "fresh", maksimal tiga hari.
Masalah Komisioning dan Solusi yang Diberikan
Pramono Anung Wibowo menekankan pentingnya proses komisioning yang benar dalam pengoperasian RDF Plant. Penggunaan sampah lama saat proses komisioning menjadi kesalahan mendasar yang memicu berbagai permasalahan. Ia membandingkan fasilitas di Rorotan dengan fasilitas pengolahan sampah di Bantar Gebang, dan menyatakan bahwa fasilitas di Rorotan sebenarnya sangat bagus, namun proses komisioning yang kurang tepat menjadi penyebab utama masalah.
Sebagai solusi, Pramono menginstruksikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dan jajarannya untuk segera melakukan perbaikan. Perbaikan yang akan dilakukan meliputi penambahan beberapa deodorizer untuk menghilangkan bau dan penambahan filter untuk mengurangi emisi asap. Meskipun membutuhkan biaya tambahan, Pramono menyatakan bahwa hal tersebut akan dibahas dan diputuskan bersama dalam rapat.
Pramono menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan masalah ini. Ia menyatakan bahwa dirinya bertanggung jawab atas keputusan yang diambil untuk memperbaiki permasalahan di RDF Plant Rorotan. Hal ini dilakukan agar Kepala Dinas Lingkungan Hidup tidak menanggung beban permasalahan yang mungkin timbul akibat dari kesalahan proses komisioning.
Perbaikan Fasilitas dan Pengawasan
Pramono Anung Wibowo juga menekankan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap proses pengolahan sampah di RDF Plant Rorotan ke depannya. Dengan memperbaiki proses komisioning dan memastikan penggunaan sampah yang sesuai standar, diharapkan masalah bau dan asap hitam dapat diatasi. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan warga sekitar.
Selain penambahan deodorizer dan filter, kemungkinan besar akan ada evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional RDF Plant Rorotan. Tujuannya adalah untuk mencegah terulangnya masalah serupa di masa mendatang. Pemerintah DKI Jakarta berkomitmen untuk memastikan pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan.
Dengan adanya perbaikan dan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan RDF Plant Rorotan dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat Jakarta. Ke depannya, diharapkan pengelolaan sampah di Jakarta dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.
Pramono Anung Wibowo menegaskan kembali komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas keputusan yang diambil terkait perbaikan di RDF Plant Rorotan. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah DKI Jakarta dalam mengatasi permasalahan lingkungan dan memberikan pelayanan terbaik bagi warganya.