Pria di Bandung Ditangkap, Tanam 7 Pohon Ganja di Rumahnya
Polrestabes Bandung menangkap seorang pria berusia 26 tahun karena menanam tujuh pohon ganja di rumahnya; polisi menduga ganja tersebut merupakan titipan dari kakaknya yang berada di luar negeri.

Polrestabes Bandung berhasil meringkus seorang pria berinisial N (26) karena menanam ganja di rumahnya di Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Bandung. Petugas menemukan tujuh pohon ganja setinggi hampir satu meter dan sekitar 40 bibit ganja yang ditanam dalam pot dan kapas di dalam rumah tersebut.
Kasat Narkoba Polrestabes Bandung, AKBP Agah Sonjaya, menjelaskan kronologi penangkapan tersebut. "Betul bahwa di dalam rumah ini, telah ditanam, itu yang sudah jadi ya, hampir satu meter itu, sekitar tujuh pohon yang sudah jadi, kemudian ada yang sudah disemai sekitar 40 di pot-pot kecil, atau di kapas," ujar Agah di Bandung, Senin (24/2).
Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa ganja tersebut merupakan titipan dari kakak N yang saat ini berada di luar negeri. Kakak N menitipkan pohon ganja tersebut kepada N dengan instruksi untuk merawatnya dengan menggunakan cahaya buatan di ruangan khusus agar tanaman tersebut tetap hidup. "Sampai saat ini menurut penuturannya, itu adalah titipan dari kakaknya untuk diurus. Karena kakaknya baru berangkat dari Indonesia (ke luar negeri) pada bulan Oktober," tambah Agah.
Pengungkapan Kasus Penanaman Ganja di Cilengkrang
Polisi menyita tujuh pohon ganja yang diperkirakan berusia hampir satu tahun. Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami tujuan penanaman ganja tersebut, apakah untuk dikonsumsi sendiri atau untuk dijual. Tersangka N saat ini ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif di Satres Narkoba Polrestabes Bandung.
Selain tersangka N, pihak kepolisian juga berencana memeriksa ibu N yang tinggal di rumah yang sama. Lebih lanjut, kakak N yang berada di luar negeri, berinisial I, telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Kita akan memeriksa ibu dari tersangka. Dan sudah pasti kakak N, yaitu I masuk dalam DPO (daftar pencarian orang)," tegas Agah.
Perkembangan Kasus
- Polisi masih menyelidiki jaringan peredaran ganja yang mungkin terkait dengan kasus ini.
- Proses hukum terhadap tersangka N akan terus berlanjut sesuai prosedur yang berlaku.
- Polisi mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan narkoba.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap peredaran narkoba dan peran aktif dalam memberikan informasi kepada pihak berwajib untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba. Semoga kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk menghindari segala bentuk penyalahgunaan narkoba.