Ratusan Personel Polres Bantul Amankan Tradisi Padusan di Pantai Selatan
Polres Bantul menerjunkan 222 personel untuk mengamankan tradisi Padusan di pantai selatan Bantul, guna mencegah kemacetan dan kecelakaan laut.

Kepolisian Resor (Polres) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah menyiagakan ratusan personel untuk mengamankan tradisi Padusan. Tradisi bersih-bersih diri menyambut bulan suci Ramadhan ini dipusatkan di kawasan pantai selatan Kabupaten Bantul. Pengamanan dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan masyarakat yang merayakan tradisi tersebut. AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, Kasi Humas Polres Bantul, menjelaskan bahwa sebanyak 222 personel akan diterjunkan untuk mengamankan tradisi Padusan di berbagai titik pantai selatan Bantul.
Tradisi Padusan yang jatuh pada tanggal 27 Februari 2024 diprediksi akan diramaikan oleh banyak warga. Oleh karena itu, Polres Bantul telah menyiapkan strategi pengamanan yang matang. Personel akan ditempatkan di berbagai lokasi, termasuk Pantai Parangtritis, Pantai Depok, Pantai Samas, Pantai Pandansimo, Pantai Baru, dan lokasi-lokasi lain yang menjadi pusat kegiatan Padusan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain personel Polres Bantul, pengamanan juga akan didukung oleh berbagai pihak. Polres Bantul akan berkolaborasi dengan Polairud Polda DIY, Tim SAR, tim reaksi cepat (TRC), dan sejumlah elemen masyarakat lainnya. Kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang efektif dalam mengamankan tradisi Padusan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Pengamanan Terpadu dan Imbauan Keselamatan
AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menjelaskan bahwa meskipun akan dilakukan pengamanan, tidak akan ada rekayasa lalu lintas secara khusus. Petugas akan ditempatkan di sejumlah titik untuk mengantisipasi dan mencegah kemacetan. Jika terjadi kemacetan, maka akan dilakukan rekayasa lalu lintas menuju jalur jalan lintas selatan (JJLS). Hal ini menunjukkan kesiapan Polres Bantul dalam menghadapi potensi kepadatan lalu lintas selama tradisi Padusan.
Meskipun demikian, Polres Bantul tetap mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada. Bahaya potensial di pantai selatan Bantul perlu diperhatikan. "Pantai selatan menjadi salah satu tempat untuk membersihkan diri dengan berendam. Tentu ada peringatan bagi mereka yang melakukan tradisi padusan untuk waspada dengan adanya palung yang berbahaya," kata AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana.
Pihak kepolisian menyadari potensi bahaya di kawasan pantai, terutama adanya palung yang dapat membahayakan keselamatan pengunjung. Oleh karena itu, imbauan untuk berhati-hati dan waspada sangat penting untuk disampaikan. Petugas akan memberikan informasi dan peringatan kepada masyarakat agar tetap berada di area yang aman dan menghindari area berbahaya.
Polres Bantul menekankan pentingnya keselamatan pengunjung pantai. "Kesimpulannya, kami tetap mengimbau, agar masyarakat tidak mandi di laut karena sangat berbahaya," tegas AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut selama tradisi Padusan.
Antisipasi Kemacetan dan Potensi Bahaya
Untuk mengantisipasi kemacetan, Polres Bantul akan menempatkan personel di titik-titik rawan kemacetan. Strategi ini akan membantu mengurai kemacetan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas. Selain itu, kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Tim SAR, akan meningkatkan efektivitas pengamanan dan penanganan jika terjadi insiden.
Potensi bahaya di pantai selatan Bantul, seperti palung, menjadi perhatian utama dalam pengamanan tradisi Padusan. Imbauan kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Petugas akan memberikan informasi dan peringatan kepada masyarakat agar tetap berada di area yang aman dan menghindari area berbahaya.
Dengan melibatkan ratusan personel dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, Polres Bantul berupaya untuk mengamankan tradisi Padusan di pantai selatan Bantul secara maksimal. Pengamanan terpadu ini bertujuan untuk memastikan keamanan, ketertiban, dan kelancaran tradisi Padusan, serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, informasi dan imbauan keselamatan kepada masyarakat akan terus disosialisasikan untuk meningkatkan kesadaran akan potensi bahaya di pantai selatan. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan keselamatan masyarakat selama tradisi Padusan.