Retret Akmil Magelang: Bupati Bantul Yakin Bisa Perkuat Persatuan Indonesia
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menilai retret kepala daerah di Akmil Magelang berhasil memperkuat persatuan Indonesia di tengah tantangan geopolitik global.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyatakan bahwa kegiatan retret atau orientasi kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, memberikan dampak positif bagi persatuan Indonesia. Retret yang berlangsung selama delapan hari, dari tanggal 21 hingga 28 Februari 2024, mempertemukan para kepala daerah dari seluruh Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke.
Halim menekankan pentingnya pertemuan tersebut dalam membangun rasa kebersamaan. "Selama 8 hari kami mengikuti retret di Akmil Magelang, mulai 21 hingga 28 Februari, ada kesan yang sangat positif bahwa retret ini bisa menyatukan Indonesia" ujarnya dalam pernyataan di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu. Ia menambahkan bahwa kesempatan untuk saling mengenal antar kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia merupakan hal yang sangat berharga.
Kegiatan ini dinilai efektif dalam memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman suku dan budaya di Indonesia. Dengan berkumpulnya para pemimpin daerah dari seluruh penjuru nusantara, retret ini menciptakan platform untuk membangun sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan bersama.
Kebersamaan dan Kesadaran Tantangan Global
Menurut Bupati Halim, materi yang disampaikan selama retret, meskipun sebagian sudah pernah diterimanya sebelumnya, tetap penting. Namun, yang paling berkesan adalah semangat kebersamaan yang terbangun untuk kemajuan dan daya saing Indonesia. "Apalagi, incumbent seperti saya itu beberapa materi sudah pernah saya terima dari kementerian itu. Yang paling berkesan adalah semangat kebersamaan yang tumbuh di dalam retret ini untuk Indonesia yang lebih maju, Indonesia lebih berdaya saing," katanya.
Retret tersebut juga menyadarkan para kepala daerah akan tantangan global yang dihadapi Indonesia. Para peserta dihadapkan pada realita geopolitik internasional yang dinamis, dengan munculnya blok-blok ekonomi dan militer baru. "Selama retret, kepala daerah diprovokatif bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja, adanya blok-blok baru, baik ekonomi maupun blok militer, tersebut menjadikan posisi Indonesia makin tertantang," jelas Halim.
Situasi ini, menurutnya, menuntut Indonesia untuk lebih kompak dan siap menghadapi berbagai tantangan. "Intinya Indonesia makin tertantang adanya blok-blok ekonomi baru yang muncul yang tak beraturan, yang asalnya kawan bisa menjadi lawan, lawan menjadi kawan, dan geopolitik internasional itu sangat dinamis, jadi ini tidak main-main, Indonesia dalam posisi yang sangat tertantang," tegasnya.
Oleh karena itu, kesadaran akan tantangan tersebut menjadi modal penting bagi para kepala daerah untuk bekerja sama dan bersinergi dengan pemerintah pusat.
Solidaritas Antar Daerah untuk Indonesia Maju
Bupati Halim menegaskan pentingnya kebersamaan dan solidaritas antar daerah dalam menghadapi tantangan tersebut. "Peserta retret ini menjadi sadar bahwa kami punya kepentingan yang sama, daerah-daerah mulai dari ujung barat sampai ujung timur, ujung selatan sampai ujung utara harus kompak, harus memiliki kebersamaan dengan pemerintah pusat," tandasnya. Hal ini menunjukkan bahwa retret di Akmil Magelang tidak hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam memperkuat persatuan dan kesatuan Indonesia.
Dengan adanya kesadaran bersama akan tantangan dan pentingnya kebersamaan, diharapkan para kepala daerah dapat lebih efektif dalam menjalankan tugasnya untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing. Retret ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi dinamika global yang kompleks.
Kesimpulannya, retret di Akmil Magelang memberikan dampak positif yang signifikan dalam memperkuat persatuan dan kesatuan Indonesia. Kegiatan ini berhasil mempertemukan para pemimpin daerah dari seluruh Indonesia, meningkatkan kesadaran akan tantangan global, dan mendorong semangat kebersamaan untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.