Revitalisasi Pendidikan Guru: Kunci Peningkatan Mutu Pengajaran di Indonesia
Revitalisasi pendidikan guru melalui program PPG dan transformasi digital dinilai sebagai kunci peningkatan mutu pengajaran serta kesejahteraan guru di Indonesia, mengurangi beban administratif, dan memfokuskan pada pembelajaran.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? Artikel ini membahas revitalisasi pendidikan guru di Indonesia, khususnya upaya peningkatan kualitas pengajaran dan kesejahteraan guru melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan transformasi digital. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) beserta Badan Kepegawaian Negara (BKN) berperan aktif dalam inisiatif ini. Upaya ini dilakukan karena beban kerja guru yang berat, termasuk beban administratif, serta perlunya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan zaman. Inisiatif ini diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Pengakuan Judyth Sachs, seorang profesor dari Macquarie University, "Enam minggu itu adalah pekerjaan terberat dalam hidup saya", menggambarkan beratnya beban seorang guru. Mengajar bukan sekadar rutinitas, tetapi tanggung jawab besar yang meliputi persiapan pelajaran, penilaian, dan pengelolaan perilaku siswa, seringkali hingga larut malam. Beban birokrasi yang kompleks juga menambah tantangan profesi ini.
Pendidikan profesi guru selama ini seringkali kurang mempersiapkan calon guru untuk menghadapi beban administratif tersebut. Oleh karena itu, revitalisasi pendidikan profesi guru menjadi penting untuk menghasilkan tenaga pendidik yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan di lapangan.
Revitalisasi Pendidikan Profesi Guru: Menuju Pengajaran Berkualitas
Pengembangan profesionalisme guru merupakan kunci peningkatan mutu sekolah dan hasil belajar siswa. Mengajar bukan hanya transfer pengetahuan, melainkan juga "merawat" hubungan guru-siswa yang kompleks dan multidimensional. Kemendikdasmen berkomitmen meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru melalui berbagai program.
Sertifikasi guru menjadi salah satu langkah penting. Sejak 2024, 605.650 guru telah tersertifikasi. Pada 2025, direncanakan penambahan 806.000 guru melalui PPG yang lebih transparan dan efisien. Namun, sertifikasi saja tidak cukup. Revitalisasi harus mencakup pembaruan sistem pelatihan yang lebih relevan dengan kebutuhan lapangan.
PPG perlu meningkatkan tidak hanya pengetahuan akademis, tetapi juga keterampilan praktis seperti pengelolaan kelas, waktu, dan administrasi. Peningkatan kompetensi sosial dan emosional guru juga krusial dalam membentuk karakter siswa.
Revitalisasi yang tepat akan menghasilkan tenaga pendidik yang kompeten dan lingkungan pendidikan yang mendukung. PPG harus menjadi prioritas utama dalam agenda pendidikan nasional untuk perubahan signifikan dalam kualitas pendidikan Indonesia.
Transformasi Digital: Meringankan Beban Administratif Guru
Kualitas guru sangat berpengaruh terhadap prestasi siswa. Pemerintah terus berinvestasi dalam meningkatkan keterampilan dan kualifikasi guru, termasuk kemampuan menghadapi perkembangan pendidikan global. Kemendikdasmen dan BKN berinovasi melalui platform E-Kinerja pada tahun 2025.
E-Kinerja bertujuan meringankan beban administratif guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Sistem ini menyederhanakan tugas administratif, misalnya laporan kinerja yang kini cukup dilakukan sekali setahun, dan menghilangkan pengunggahan dokumen manual. Verifikasi dokumen dilakukan langsung oleh atasan masing-masing.
Sistem berbasis poin diganti dengan refleksi diri yang diverifikasi atasan, mengurangi tekanan dan mendorong introspeksi. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyatakan harapan agar pembaruan ini menghasilkan laporan yang lebih bermakna dan memungkinkan guru fokus pada pengajaran.
Transformasi digital ini bukan hanya efisiensi administrasi, tetapi juga perubahan paradigma. Guru dapat lebih fokus menjadi pendidik yang baik, membentuk karakter siswa, dan membangun hubungan yang kuat dengan siswa dan masyarakat. Ini juga menunjukkan dukungan pemerintah terhadap guru agar fokus pada peningkatan kualitas pengajaran.
Inisiatif ini diharapkan menjadi model yang dapat diadaptasi di seluruh Indonesia, memberikan dampak positif terhadap pendidikan nasional. Transformasi digital ini bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga tentang menciptakan ruang bagi guru untuk menjadi lebih profesional, inovatif, dan berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.