Seleksi Pelatihan Kerja di PPKD Jaktim: 1000 Peserta Berebut 320 Kuota
Sebanyak 1000 peserta mengikuti seleksi pelatihan kerja tahap kedua di PPKD Jakarta Timur, memperebutkan 320 kuota pelatihan gelombang kedua yang dimulai April 2025.

Sebanyak 1.000 peserta mengikuti seleksi pelatihan kerja tahap kedua di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Kota Jakarta Timur pada Kamis, 20 Maret 2024. Seleksi ini bertujuan menyaring calon peserta pelatihan gelombang kedua yang akan dimulai pada 14 April hingga 14 Juni 2025. Kepala PPKD Jakarta Timur, Teguh Hendarwan, menjelaskan bahwa pelatihan ini menawarkan 10 program unggulan. Proses seleksi meliputi uji tertulis dan wawancara, yang dilaksanakan di aula gedung PPKD Jakarta Timur.
Dari 1.000 pendaftar yang lolos seleksi administrasi, hanya 320 peserta yang akan diterima. Tim seleksi internal PPKD, dibantu ahli bahasa isyarat, melakukan proses seleksi secara bergantian. Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) turut memberikan pendampingan kepada para peserta. Hal ini menunjukkan komitmen untuk memastikan inklusivitas dan aksesibilitas bagi semua peserta.
Keikutsertaan berbagai kalangan dalam seleksi ini patut diapresiasi. Terdapat peserta penyandang disabilitas yang mendaftar untuk pelatihan Barista, serta warga dari Kelurahan Klender dan Cipinang Besar Utara (CBU) yang sebelumnya kerap terlibat tawuran. Seleksi ketat ini bertujuan memastikan keseriusan para peserta dalam mengikuti pelatihan kerja dan memanfaatkan kesempatan yang diberikan.
Seleksi Ketat dan Antusiasme Peserta
Antusiasme warga Jakarta Timur untuk mengikuti pelatihan kerja di PPKD sangat tinggi. Teguh Hendarwan menuturkan, "Antusias warga untuk mengikuti pelatihan kerja di PPKD Jakarta Timur sangat tinggi. Terbukti hari ini mereka tetap membludak walau bulan puasa." Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan peningkatan keterampilan dan peluang kerja.
Untuk warga Klender dan CBU yang memiliki catatan terlibat tawuran, terdapat persyaratan tambahan berupa surat keterangan dari orang tua dan surat pernyataan yang diketahui oleh kelurahan setempat. Langkah ini diambil untuk memastikan komitmen mereka dalam mengikuti pelatihan dan menghindari potensi gangguan selama program berlangsung. PPKD juga menyediakan kelas khusus pelatihan Barista untuk peserta disabilitas, selain program pelatihan reguler lainnya.
Selain pelatihan reguler, PPKD Jakarta Timur juga tengah melakukan seleksi tahap kedua untuk pelatihan melalui 'mobile training unit' (MTU). Sebanyak 80 peserta akan mengikuti pelatihan di delapan MTU yang tersedia. Inisiatif ini menunjukkan upaya untuk menjangkau lebih banyak warga dan memberikan akses pelatihan yang lebih luas.
Pendampingan Bagi Peserta Disabilitas
Frans Susanto, juru bahasa isyarat yang bertugas dalam seleksi, mengungkapkan bahwa peserta disabilitas sangat antusias mengikuti pelatihan. Banyak di antara mereka yang belum pernah bekerja sebelumnya. "Khusus untuk disabilitas seleksi pertanyaan seputar data pribadi calon peserta. Kemudian soal perolehan informasi pelatihan kerja darimana dan sebagainya," kata Frans.
Proses seleksi yang memperhatikan kebutuhan peserta disabilitas ini patut diapresiasi. Hal ini menunjukkan komitmen PPKD untuk menciptakan lingkungan inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua warga, termasuk penyandang disabilitas. Pendampingan dari PPDI juga memastikan proses seleksi berjalan lancar dan nyaman bagi peserta disabilitas.
Pemkot Jakarta Timur juga telah menunjukkan dukungannya terhadap program pelatihan kerja ini. Sebelumnya, Plt. Wali Kota Jakarta Timur, Iin Mutmainnah, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan strategi untuk mengendalikan dan mengantisipasi tawuran, khususnya di wilayah Kelurahan Cipinang Besar Utara dan Klender. "Kami berikan ruang, kesempatan bagi mereka (pelaku tawuran) untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan pelatihan. Ini adalah modal mereka untuk ke depannya bisa bekerja," ujar Iin Mutmainnah.
Peluang Kerja dan Pencegahan Tawuran
Program pelatihan kerja di PPKD Jakarta Timur tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membuka peluang kerja bagi peserta. Dengan menyediakan berbagai program pelatihan, termasuk pelatihan barista dan pelatihan melalui MTU, PPKD memberikan kesempatan bagi warga untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Inisiatif ini juga berkontribusi dalam upaya pencegahan tawuran dengan memberikan alternatif positif bagi warga.
Seleksi yang ketat dan antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan keberhasilan program ini dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Komitmen Pemkot Jakarta Timur dan PPKD dalam menyediakan pelatihan kerja berkualitas, serta pendampingan bagi peserta disabilitas, patut diapresiasi. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Jakarta Timur dalam jangka panjang.