Sidak TPID dan Wabup Ponorogo: Harga Minyakita di Atas HET, Cabai Rawit Melonjak
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Ponorogo bersama Wabup sidak Pasar Legi, temukan harga Minyakita di atas HET dan harga cabai rawit yang melonjak menjelang Lebaran, meski stok bahan pokok secara umum aman.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Ponorogo bersama Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Legi pada Selasa, 25 Maret 2024. Sidak ini bertujuan untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah. Sidak tersebut menemukan beberapa komoditas yang harganya stabil, namun beberapa lainnya mengalami kenaikan harga yang signifikan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap masyarakat menjelang hari raya.
Hasil sidak menunjukkan bahwa beberapa komoditas pangan penting terpantau stabil. Namun, ditemukan adanya ketidaksesuaian harga Minyakita dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Di Pasar Legi, Minyakita dijual dengan harga Rp16.500 per liter, lebih tinggi dari HET yang tertera di kemasan, yaitu Rp15.700 per liter. Kenaikan harga ini dijelaskan oleh pedagang karena keterbatasan stok yang mereka terima.
Selain Minyakita, sidak juga mencatat lonjakan harga cabai rawit yang cukup signifikan, mencapai Rp80.000 per kilogram. Sementara itu, komoditas lain seperti beras, gula pasir, bawang merah, bawang putih, daging ayam, dan daging sapi masih relatif stabil. Meskipun demikian, TPID dan Wakil Bupati tetap melakukan pemantauan ketat untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang Lebaran.
Harga Minyakita di Atas HET dan Stok Terbatas
Wakil Bupati Lisdyarita menyampaikan hasil temuan sidak tersebut. "Minyakita dijual Rp16.500 per liter, masih stabil meski di atas HET. Pedagang mengaku pasokannya terbatas, dan mereka membelinya dengan harga yang sudah tinggi," ungkap Lisdyarita. Pernyataan ini menunjukkan adanya permasalahan dalam distribusi Minyakita yang menyebabkan harga jual di pasaran melebihi HET.
Keterbatasan stok Minyakita menjadi perhatian utama TPID. Pemerintah daerah perlu berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pasokan Minyakita tetap tercukupi dan harganya sesuai HET. Hal ini penting untuk melindungi daya beli masyarakat, terutama menjelang Lebaran.
TPID juga akan terus memantau pergerakan harga Minyakita di pasaran. Langkah-langkah antisipatif akan diambil jika ditemukan penyimpangan harga yang signifikan atau praktik penimbunan.
Lonjakan Harga Cabai Rawit
Kenaikan harga cabai rawit hingga Rp80.000 per kilogram menjadi sorotan dalam sidak ini. Lonjakan harga ini perlu diinvestigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab utamanya. Faktor cuaca, hama penyakit, atau bahkan spekulasi pasar dapat menjadi penyebabnya.
Pemerintah daerah perlu melakukan langkah-langkah untuk mengendalikan harga cabai rawit. Hal ini dapat dilakukan melalui diversifikasi produksi, peningkatan efisiensi distribusi, atau bahkan intervensi pasar jika diperlukan. Tujuannya adalah untuk memastikan keterjangkauan harga cabai rawit bagi masyarakat.
Selain itu, perlu adanya edukasi kepada masyarakat agar tidak panik membeli cabai rawit secara berlebihan. Hal ini dapat mencegah terjadinya inflasi yang lebih tinggi akibat peningkatan permintaan yang tiba-tiba.
Stok Bahan Pokok Secara Umum Aman
Meskipun terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas, secara umum stok bahan pokok di Pasar Legi Ponorogo terpantau aman dan melimpah. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Lisdyarita. "Masyarakat tidak perlu panik, stok bahan pokok melimpah dan kondisi tetap aman terkendali. Memang harga cabai naik, tapi komoditas lain masih stabil," ujarnya.
Pernyataan tersebut memberikan rasa tenang kepada masyarakat. Namun, TPID tetap waspada dan akan terus memantau perkembangan harga dan stok bahan pokok. Langkah-langkah antisipatif akan diambil jika diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Lebaran.
Selain pengecekan harga dan stok, TPID juga memeriksa tanggal kedaluwarsa produk makanan dan minuman kemasan. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat. "Tanggal kedaluwarsa masih jauh, tetapi masyarakat tetap harus teliti sebelum membeli," pesan Lisdyarita.
Secara keseluruhan, sidak yang dilakukan oleh TPID dan Wakil Bupati Ponorogo memberikan gambaran yang cukup komprehensif mengenai kondisi pasar menjelang Lebaran. Meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, secara umum stok bahan pokok masih aman dan terkendali. Namun, pemantauan dan langkah-langkah antisipatif tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat Ponorogo.