Pemkot Bukittinggi Pantau Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Ramadhan
Jelang Ramadhan, Pemkot Bukittinggi turun langsung ke pasar untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan menampung keluhan pedagang terkait harga dan kondisi pasar.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi, Sumatera Barat, gencar melakukan pemantauan ketersediaan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan. Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, memimpin langsung Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional di Kota Bukittinggi pada Senin, 24 Februari 2024. Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat.
Inspeksi mendadak yang dilakukan oleh TPID menyasar Pasar Sayur Aur Kuning dan beberapa lokasi di Pasar Bawah. Wakil Wali Kota beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung kondisi pasar, berdialog dengan pedagang, dan mendengarkan keluhan dari para pembeli. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai situasi pasar dan memastikan tidak terjadi kelangkaan atau penimbunan bahan pokok.
Dari hasil pantauan di lapangan, Wakil Wali Kota Ibnu Asis menyatakan bahwa ketersediaan bahan pokok saat ini masih tergolong cukup. Ia memperkirakan stok bahan pokok akan aman hingga dua hingga tiga pekan ke depan. Namun, ia juga mengamati adanya penurunan daya beli masyarakat, meskipun hal ini belum berdampak pada kelangkaan barang. "Insya Allah segera membaik, pasar kembali ramai di hari-hari mendekati Ramadhan," ujar Ibnu Asis.
Kondisi Pasar dan Keluhan Pedagang
Selain memantau ketersediaan bahan pokok, TPID juga menerima keluhan dari para pedagang terkait kondisi pasar yang dinilai kurang tertata. Wakil Wali Kota berjanji akan menindaklanjuti keluhan tersebut dan berupaya untuk menciptakan pasar yang lebih rapi dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli. "Kami akan memenuhi harapan dari pedagang untuk pasar yang lebih rapi," tegasnya.
Salah seorang pedagang bahan pokok, Suryani (52), mengungkapkan bahwa menjelang bulan Ramadhan, harga beberapa komoditas memang cenderung mengalami kenaikan. Meskipun demikian, daya beli masyarakat masih belum meningkat signifikan. "Biasanya di tiga hari sebelum Ramadhan pembeli akan ramai. Soal harga ada kenaikan khususnya bawang dan cabai," ungkap Suryani.
Suryani menuturkan, harga cabai merah saat ini berkisar antara Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Harga ini berpotensi naik jika kondisi cuaca buruk dan pasokan dari daerah penghasil cabai, seperti Jawa, Aceh, dan Medan, terganggu. Ia mengingat pengalaman bulan lalu ketika harga cabai mencapai Rp80.000 per kilogram akibat faktor tersebut.
Sementara itu, harga bawang merah saat ini mencapai Rp31.000 per kilogram, naik dari harga minggu lalu yang hanya Rp28.000 per kilogram. Adapun harga komoditas lain seperti telur ayam Rp27.400 per kilogram, daging sapi Rp150.000 per kilogram, dan minyak goreng Rp15.000 per liter.
Kesimpulan
Pemantauan yang dilakukan Pemkot Bukittinggi menunjukkan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan masih tercukupi. Namun, perlu perhatian khusus terhadap daya beli masyarakat dan kondisi pasar yang perlu ditata agar lebih rapi dan nyaman. Kenaikan harga beberapa komoditas seperti cabai dan bawang merah juga perlu diantisipasi dengan memastikan kelancaran pasokan dan stabilitas harga.