Terungkap! Strategi Jitu Pemkab Jayapura Genjot Peningkatan PAD Jayapura Hingga 2026
Pemerintah Kabupaten Jayapura siapkan strategi ambisius untuk Peningkatan PAD Jayapura hingga 2026, demi kemandirian fiskal dan mengurangi ketergantungan pusat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Provinsi Papua, telah mengumumkan strategi baru yang komprehensif untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) secara signifikan. Langkah ini diambil guna memperkuat kemandirian fiskal daerah serta mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Target ambisius ini diharapkan dapat tercapai pada tahun 2026, menandai era baru dalam pengelolaan keuangan daerah.
Bupati Jayapura Yunus Wonda di Sentani, pada Rabu (13/8), menegaskan bahwa peningkatan PAD akan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Hal ini sejalan dengan kebutuhan pembiayaan pembangunan yang semakin kompleks dan beragam. Pemkab Jayapura berkomitmen untuk memaksimalkan seluruh potensi yang ada di wilayahnya.
Yunus Wonda menyatakan bahwa daerah tidak bisa hanya mengandalkan dana transfer dari pusat. Kabupaten Jayapura harus mampu mengoptimalkan sumber daya internalnya untuk menambah pendapatan. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan ruang fiskal yang lebih luas untuk membiayai program-program pembangunan prioritas di masa mendatang.
Optimalisasi Pajak dan Retribusi Daerah
Strategi peningkatan PAD akan difokuskan pada optimalisasi pajak dan retribusi daerah, yang menjadi tulang punggung pendapatan lokal. Pemkab Jayapura berencana untuk memperkuat sistem digitalisasi pelayanan pajak dan retribusi. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi data, mempermudah proses pembayaran bagi wajib pajak, serta menekan potensi kebocoran pendapatan yang mungkin terjadi.
Selain itu, pemerintah daerah juga berencana melakukan penyesuaian tarif pajak dan retribusi yang telah lama tidak diperbarui. Penyesuaian ini akan dilakukan dengan cermat, tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat agar tidak membebani warga. Tujuannya adalah untuk menyesuaikan dengan kondisi ekonomi terkini dan memastikan bahwa pelayanan publik dapat tetap terjaga kualitasnya.
Bupati Yunus Wonda menekankan bahwa penyesuaian tarif bukanlah untuk membebani masyarakat. Namun, hal ini merupakan upaya untuk menciptakan sistem yang lebih adil dan berkelanjutan. Dengan demikian, Peningkatan PAD Jayapura dapat tercapai tanpa mengorbankan kesejahteraan warga.
Pemanfaatan Aset dan Investasi Potensial
Pemanfaatan aset daerah secara produktif juga menjadi salah satu pilar utama dalam strategi Peningkatan PAD Jayapura. Pemkab akan mengidentifikasi dan mengelola aset-aset yang dimiliki agar dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan. Ini termasuk optimalisasi penggunaan lahan, bangunan, dan sumber daya lainnya untuk kepentingan ekonomi daerah.
Pengembangan kerja sama investasi di sektor-sektor potensial juga akan didorong secara aktif. Pemkab Jayapura akan memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha lokal, menciptakan iklim investasi yang kondusif. Hal ini bertujuan untuk menarik investor baru yang dapat membawa dampak positif bagi perekonomian dan membuka lapangan kerja.
Selain itu, Pemkab juga berkomitmen untuk mendorong tumbuhnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jayapura. Fasilitasi dan dukungan akan diberikan kepada UMKM agar mereka dapat berkembang dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah. Dengan strategi terpadu ini, Pemkab Jayapura menargetkan kenaikan PAD yang signifikan pada tahun 2026, yang akan memperluas ruang fiskal untuk membiayai program pembangunan prioritas.