Tim USAR Indonesia Temukan Dua Jenazah Lagi di Myanmar Pasca Gempa
Tim Urban Search and Rescue (USAR) Indonesia berhasil menemukan dua jenazah lagi di Myanmar, menambah jumlah korban gempa menjadi lima orang, sementara bantuan kemanusiaan terus mengalir.

Tim Urban Search and Rescue (USAR) Indonesia berhasil menemukan dua jenazah lagi di reruntuhan bangunan akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Kota Naypyidaw, Myanmar, pada Jumat (4/4).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyatakan dalam sebuah pernyataan resmi, "Pada hari Jumat, tim USAR Indonesia menemukan dua korban yang terkubur di bawah reruntuhan bangunan."
Penemuan ini menambah jumlah korban yang ditemukan tim USAR Indonesia menjadi lima orang selama dua hari operasi pencarian dan penyelamatan di Naypyidaw. Sebelumnya, pada 28 Maret 2024, tim USAR telah berhasil mengevakuasi tiga jenazah dari reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa dangkal tersebut. Tim USAR terdiri dari personel terlatih dari Basarnas, TNI, dan Polri.
Operasi USAR dan Bantuan Kemanusiaan Indonesia
Suharyanto, yang turut hadir di Myanmar sebagai delegasi untuk meninjau operasi USAR dan menyerahkan bantuan kemanusiaan tahap ketiga dari pemerintah Indonesia, menyatakan, "Sejauh ini, tim telah menjalankan tugasnya dengan baik dan terus berkoordinasi dengan pemerintah Myanmar."
Bantuan kemanusiaan tahap ketiga dari Indonesia diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, kepada Wakil Menteri Kementerian Kesejahteraan Sosial dan Pemukiman Kembali Myanmar, Soe Kyi, dan Kepala Unit Pengadilan Internasional Departemen Konsuler dan Hukum Kementerian Luar Negeri Myanmar, Win Thu Htet.
Pemerintah Indonesia telah menyelesaikan pengiriman tiga tahap bantuan kemanusiaan, yaitu pada tanggal 31 Maret, 1 April, dan 3 April, dengan total mencapai 124 ton. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan penderitaan para korban gempa di Myanmar.
Korban Gempa Myanmar
Laporan terbaru pada Jumat (4/4) menyebutkan bahwa bencana gempa bumi tersebut telah menelan 3.301 korban jiwa, melukai 4.792 orang, dan menyebabkan 221 orang lainnya dinyatakan hilang. Angka ini menunjukkan besarnya dampak gempa bumi terhadap penduduk Myanmar.
Tim USAR Indonesia terus berkomitmen untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan di Myanmar. Kehadiran tim ini menunjukkan solidaritas Indonesia terhadap negara tetangga yang sedang menghadapi bencana alam.
Selain operasi pencarian dan penyelamatan, bantuan kemanusiaan dari Indonesia juga diharapkan dapat membantu proses pemulihan pasca bencana di Myanmar. Pemerintah Indonesia berharap agar bantuan tersebut dapat memberikan dukungan yang signifikan bagi para korban dan masyarakat yang terdampak.