Tim USAR Indonesia Temukan Dua Jasad Korban Gempa Myanmar, Total Lima Korban Ditemukan
Tim USAR Indonesia berhasil menemukan dua jasad korban gempa di Myanmar, sehingga total korban yang ditemukan menjadi lima orang, dalam operasi SAR yang telah berlangsung selama dua hari.

Tim Urban Search and Rescue (USAR) Indonesia kembali menunjukkan dedikasinya dalam misi kemanusiaan internasional. Dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di Kota Naypyidaw, Myanmar, tim USAR berhasil menemukan dua jasad korban gempa bumi yang terjadi pada Jumat (28/3) lalu. Penemuan ini menambah jumlah korban yang berhasil ditemukan oleh tim USAR Indonesia menjadi lima orang.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, dalam keterangan resminya menyampaikan kabar tersebut pada Jumat malam. Ia menjelaskan bahwa kedua jasad korban ditemukan tertimbun reruntuhan bangunan yang hancur akibat gempa bumi dangkal berkekuatan 7,7 magnitudo. Operasi SAR yang dilakukan tim USAR Indonesia telah berlangsung selama dua hari dan menunjukkan hasil yang signifikan dalam upaya menemukan korban yang masih tertimbun.
Keberhasilan tim USAR Indonesia ini merupakan bukti nyata komitmen Indonesia dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara lain yang terdampak bencana. Tim yang terdiri dari personel terlatih dari Basarnas Special Grup (BSG), TNI, dan Polri, telah bekerja keras dan profesional dalam menjalankan tugasnya di tengah kondisi yang sulit dan menantang.
Penemuan Jasad Korban dan Koordinasi dengan Pemerintah Myanmar
Sebelumnya, tim USAR Indonesia telah berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga jasad korban gempa di lokasi yang sama. Dengan penemuan dua jasad korban tambahan, total korban yang berhasil ditemukan oleh tim USAR Indonesia telah mencapai lima orang. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati dan profesional untuk memastikan penghormatan terhadap para korban.
Kepala BNPB, Suharyanto, yang turut berada di Myanmar untuk meninjau langsung operasi SAR dan menyerahkan bantuan kemanusiaan, menyatakan bahwa koordinasi dengan otoritas pemerintah Myanmar berjalan dengan baik. Kerja sama yang erat antara tim USAR Indonesia dan pemerintah Myanmar sangat penting untuk memastikan kelancaran dan efektivitas operasi SAR.
Suharyanto juga menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi bencana alam. Bantuan kemanusiaan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, sangat dibutuhkan oleh Myanmar untuk membantu para korban gempa dan memulihkan kondisi pasca bencana.
Bantuan Kemanusiaan Tahap Ketiga dari Pemerintah Indonesia
Bersamaan dengan peninjauan operasi USAR, Pemerintah Indonesia juga menyerahkan bantuan kemanusiaan tahap ketiga untuk masyarakat korban bencana di Myanmar. Penyerahan bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.
Delegasi dari Indonesia juga turut dihadiri oleh Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Husni, perwakilan Kementerian Luar Negeri, dan perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia yang kuat dalam memberikan dukungan dan bantuan kepada Myanmar.
Bantuan kemanusiaan dari Indonesia diterima langsung oleh pejabat pemerintah Myanmar, yaitu Deputy Minister For Ministry of Social Welfare Relief and Resettlement Myanmar, Soe Kyi, dan Win Thu Htet, selaku Head of International Court of Justice Court Unit Department of Consular and Legal Affairs Ministry of Foreign Affairs. Penerimaan bantuan ini menunjukkan apresiasi Myanmar atas dukungan kemanusiaan yang diberikan oleh Indonesia.
Penyerahan bantuan kemanusiaan ini menjadi bukti nyata solidaritas Indonesia terhadap Myanmar yang tengah menghadapi musibah gempa bumi. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para korban dan membantu proses pemulihan pasca bencana.
Operasi SAR yang dilakukan oleh tim USAR Indonesia di Myanmar menunjukkan keberhasilan dan profesionalisme dalam menjalankan misi kemanusiaan. Kerja sama yang baik dengan pemerintah Myanmar dan dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan dalam menemukan korban gempa dan memberikan bantuan kemanusiaan.