Tujuh Kasus Kebakaran di Tangerang Selama Libur Lebaran, BPBD: Korsleting Jadi Penyebab Utama
BPBD Kota Tangerang menangani tujuh laporan kebakaran selama libur Lebaran, dengan korsleting listrik sebagai penyebab utama di salah satu kasus; petugas siaga 24 jam untuk tanggap darurat.

Kota Tangerang, Banten, mengalami peningkatan kasus kebakaran selama libur Lebaran 2024. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mencatat tujuh laporan kebakaran yang berhasil ditangani dengan sigap oleh petugas. Kejadian ini terjadi di tengah 34 pengaduan pelayanan masyarakat yang diterima BPBD selama periode libur tersebut. Selain kebakaran, petugas juga menangani berbagai kejadian lain, mulai dari pelepasan cincin yang tersekat hingga penanganan pohon tumbang dan sarang tawon.
Salah satu kebakaran terjadi di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, diduga akibat korsleting listrik saat rumah ditinggal mudik. Peristiwa ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dan tindakan pencegahan kebakaran, terutama saat rumah dalam keadaan kosong. Kecepatan respon BPBD dalam menangani insiden ini patut diapresiasi, mengingat potensi kerugian yang dapat ditimbulkan oleh kebakaran.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa dan menghadapi arus balik Lebaran, BPBD Kota Tangerang memberlakukan sistem siaga 24 jam penuh. Seluruh petugas selalu siap on call dan sigap menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan bencana secara efektif dan efisien. Kesigapan petugas ini menunjukkan komitmen BPBD dalam melindungi warga Kota Tangerang dari berbagai ancaman bencana.
Antisipasi dan Pencegahan Kebakaran
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Tangerang sebelumnya telah memberikan imbauan kepada warga untuk melakukan beberapa tindakan pencegahan kebakaran. Warga diimbau untuk mematikan dan mencabut semua colokan kabel peralatan listrik sebelum meninggalkan rumah untuk mencegah korsleting dan kebakaran. Selain itu, penting untuk melepaskan regulator gas dari kompor gas dan memastikan kompor dalam keadaan mati untuk mencegah kebocoran gas yang dapat memicu kebakaran.
Bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, BPBD menyarankan untuk memindahkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat banjir. Imbauan ini sangat relevan mengingat status siaga cuaca ekstrem yang masih berlaku. Langkah-langkah pencegahan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kebakaran dan kerusakan akibat bencana alam.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menekankan pentingnya kewaspadaan bagi pemudik dan wisatawan selama perjalanan. "Mari selalu waspada di manapun berada dan berdoa agar perjalanan tetap aman dan lancar. Kami pun berharap arus mudik dan balik mudik serta libur Lebaran 2025 dapat berlangsung aman dan nyaman bagi masyarakat," katanya.
Imbauan Keselamatan
Selain langkah pencegahan teknis, BPBD juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu berhati-hati. Hal ini penting tidak hanya selama libur Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan meningkatkan kesadaran akan potensi bahaya kebakaran dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan dapat meminimalisir risiko dan menjaga keselamatan bersama.
Tanggap darurat BPBD Kota Tangerang selama libur Lebaran menunjukkan kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam menangani berbagai kejadian darurat. Keberhasilan dalam menangani tujuh kasus kebakaran membuktikan efektivitas sistem siaga yang diterapkan. Semoga langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan ini dapat terus ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Tangerang.
"Hampir setiap hari ada kejadian kebakaran. Semua berhasil ditangani petugas dengan cepat," kata Plh Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan masyarakat lebih waspada dan proaktif dalam mencegah kebakaran, serta selalu siap menghadapi potensi bencana lainnya.