Siaga Kebakaran Lebaran: 10 Personel Damkar Penajam Paser Utara Siap Tangani Insiden
Antisipasi kebakaran selama libur Idul Fitri, 10 personel Damkar Penajam Paser Utara disiagakan, masyarakat diimbau waspada dan mencegah potensi bahaya kebakaran.

Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, bersiap menghadapi libur panjang Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi. Sebanyak 10 personel Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) disiagakan untuk mengantisipasi kejadian kebakaran selama periode libur Lebaran. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala DPKP Kabupaten Penajam Paser Utara, Fernando, pada Sabtu, 29 Maret 2025.
Keputusan untuk bersiaga ini diambil sebagai langkah antisipatif mengingat potensi peningkatan risiko kebakaran selama periode liburan, di mana banyak rumah ditinggal kosong oleh pemiliknya yang mudik. Selain kesiapsiagaan personel, upaya pencegahan dari masyarakat juga sangat penting untuk meminimalisir kejadian kebakaran.
"Personel disiapkan untuk berjaga saat Idul Fitri dan selama libur Lebaran," jelas Fernando. Kesiapsiagaan ini meliputi pengawasan dan kesiapan peralatan untuk merespon cepat setiap laporan kebakaran yang terjadi.
Imbauan Waspada Kebakaran kepada Masyarakat
Meskipun personel pemadam kebakaran telah disiagakan, Fernando juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah kebakaran. Ia memberikan beberapa imbauan penting bagi masyarakat yang akan meninggalkan rumah selama libur Lebaran.
Masyarakat diimbau untuk memeriksa kembali kondisi rumah sebelum meninggalkan rumah. Pastikan semua peralatan elektronik seperti AC, TV, dan kulkas telah dicabut dari stop kontak untuk mencegah korsleting listrik. Kompor gas atau minyak juga harus dipastikan benar-benar padam dan regulator dilepas dari tabung gas untuk keamanan ekstra.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk memastikan pintu dan jendela rumah terkunci dengan aman. Langkah ini penting untuk mencegah akses masuk bagi orang yang tidak bertanggung jawab dan mengurangi risiko pencurian.
Fernando juga menyarankan agar masyarakat yang mudik melapor kepada ketua RT setempat dan memberitahu tetangga terdekat, serta meninggalkan nomor kontak yang dapat dihubungi. Hal ini untuk memudahkan pengawasan rumah yang ditinggal dan mempercepat respon jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Pentingnya Kesiapsiagaan dan Pencegahan
Langkah-langkah pencegahan yang dilakukan oleh masyarakat sangat krusial untuk mengurangi risiko kebakaran. Dengan memastikan semua peralatan elektronik dicabut dari stop kontak, kompor dalam keadaan aman, dan rumah terkunci, maka potensi kebakaran dapat diminimalisir.
Laporan kepada RT dan tetangga juga merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang penting. Informasi ini akan membantu mempercepat respon jika terjadi kebakaran atau kejadian darurat lainnya selama rumah ditinggal kosong.
Kesiapsiagaan personel pemadam kebakaran dan peran aktif masyarakat merupakan kombinasi yang efektif dalam mencegah dan menangani kejadian kebakaran selama libur Idul Fitri. Dengan kolaborasi ini, diharapkan libur Lebaran dapat dirayakan dengan aman dan nyaman.
"Sehingga rumah yang ditinggal mudik dapat terawasi atau terpantau untuk mengantisipasi kemungkinan situasi yang tidak diinginkan terjadi," demikian penegasan Fernando.